Trenggalek, Kabarpas.com – Pemerintah pusat melalui tim Verifikasi Lapang Kader Berprestasi Tingkat Nasional 2023 ? mengapresiasi salah satu program PKK Kabupaten Trenggalek, yakni Dapur Cegah dan Atasi Stunting dan Lansia (Dapur Cinta).
Tik Verifikasi Lapangan Kader Berprestasi Tingkat Nasional, Luci Fransisca Situmorang mengatakan, program Dapur Cinta itu sejalan dengan Program Kementerian Kesehatan, yaitu yang sehat untuk tetap dijaga sehat.
Menurut Luci, program Dapur Cinta menyasar masyarakat kurang mampu dimana masyarakat yang bisa menjaga kesehatannya mendapat insentif dari Pemkab.
“Kami meninjau langsung Posyandu Krebet yang ada di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek.
Luci menjelaskan, apa yang dilakukan oleh PKK Kabupaten Trenggalek melalui program Dapur Cinta merupakan salah satu langkah yang baik. “Kadi kesuksesan Posyandu dan program pemerintah tidak lepas dari peran PKK, “ujarnya.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini menuturkan, Dapur Cinta merupakan penjabaran dari program Sareng Masak Sama Bu Novita (SMS Bu Novita). Dimana program ini merupakan kegiatan bersama.
Dia menegaskan jika stunting tidak melulu dikarenakan miskin. Sangat mungkin disebabkan oleh anak tidak mau makan dan orang tua kurang kreatif dalam menciptakan menu makanan yang disukai anak, tanpa menyampingkan kandungan gizinya. Sehingga perlu kiranya untuk mengajak masyarakat masak bersama.
“Kami bersama pokja PKK terus berusaha keras dan keliling unuk mengajak masyarakat memasak bersama. Tujuannya agar mereka kreatif dalam menentukan menu makanan yang bergizi dan disukai anak, “tegasnya.
Dia menyampaikan, sekarang ini PKK Kabupaten Trenggalek telah membuat buku resep beragam menu makanan yang disukai anak beserta kandungan gizi yang ada di dalam makanan tersebut, “tukasnya.
Selain itu program Dapur Cinta, lanjut dia, sudah mendapat anggaran dari Pemkab untuk memberikan makanan bergizi kepada Balita stunting, ibu hamil beresiko tinggi dan lansia.
“Mulai November, setiap jam makan siang kita membeli makanan yang cukup asupan gizi di warung. Jadi warung nanti yang akan mendistribusikan kepada masyarakat,”tutupnya. (ADV/Sumber : Prokopim Kabupaten Trenggalek).

















