Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA ยท 8 Mei 2024

RMI Ajak Pesantren Menangkan Perang Narasi di Media dan Medsos


RMI Ajak Pesantren Menangkan Perang Narasi di Media dan Medsos Perbesar

Surabaya, Kabarpas.com – Keberadaan pondok pesantren sebagai lembaga pendidikan keimanan, akhlak, ilmu sekaligus pengamalannya kian mendapatkan kepercayaan masyarakat, termasuk di kalangan klas menengah dan masyarakat kota. Konsekuensinya, pesantren harus mampu memahami logika dan kebutuhan masyarakat kota yang cenderung lebih terbuka dalam memberikan kritik dan komentar khususnya melalui sosial media. Karena itu kalangan pesantren perlu memiliki kemampuan membangun pesan publik dan memenangkan pertarungan narasi di era digital.

Demikian kesimpulan diskusi terfokusi “Pendidikan Pesantren, Media dan Spiritualitas Masyarakat Kota” yang digelar oleh PWNU Jawa Timur bersama asosiasi pesantren NU yang tergabung dalam Rabithah Ma’ahadil Islamiyah (RMI) di Aula KH Bisri Syansuri PWNU Jatim. Hadir dalam diskusi pra halal bihalal itu, KH. M. Iffatul Lathoif Zainuddin atau Gus Thoif (Ketua RMI PWNU Jatim), Ivan Aulia Ahsan (Pemimpin Redaksi NU Online), Hari Nugroho (Alvara Research), jurnalis senior NU, Riadi Ngasiran dan CEO TV9 Nusantara, Hakim Jayli.

Lebih lanjut, Hakim Jayli mengungkapkan Era digital dan media sosial ini adalah era perang narasi, karena itu pesantren harus siap ke sana agar nggak jadi bulan-bulanan media digital. Pesantren perlu meningkatkan kemampuannya memahami dan menyusun narasi, bersama media demi memenangkan pertarungan wacana dan perang narasi.

“Guyonan ala pesantren yang saling serang antar teman itu merupakan pendidikan mentalitas, tapi media yang nggak paham pesantren akan menilai ada bullying. Ini yang perlu diluruskan,” katanya.

Hakim menegaskan, kalangan media, khususnya media NU siap membantu pesantren dalam perang narasi itu utamanya dalam penanganan isu atau kasus khusus yang menimpa pesantren dan menjadi sorotan publik.

Ajakan serupa juga disampaikan Pemimpin Redaksi NU Online,
Ivan Aulia Ahsan, yang mengajak kalangan pesantren untuk melawan framing dari media yang tak paham dunia pesantren.

“Ada dua framing media yang menyasar dunia pesantren yakni pelecehan seksual dan bullying, padahal guyonan ala pesantren itu sudah biasa dan sudah ada sejak dulu, namun tujuannya semacam guyon saja untuk menguji mentalitas teman sekamar atau sekadar membunuh sepi,” katanya.

Namun, kalangan pesantren juga tidak perlu terlalu buru-buru memakai UU ITE, melainkan cukup sabar dengan memberi penjelasan dan menerima permohonan maaf, agar kalangan non- pesantren memberi apresiasi dan simpati.

Sementara itu, peneliti Alvara Research, Hari Nugroho mengajak pesantren mampu membaca data dan fenomena masyarakat kota hari ini yang kian religius dan menjadikan agama sebagai hal utama dalam kehidupannya. Namun demikian, masyarakat kota cenderung lebih berisik, mudah melakukan komplain dan kritik terhadap apapun yang tidak sesuai dengan harapannya, termasuk tentang pesantren melalui media sosial.

“Tren Masyarakat kota memilihkan pendidikan Islam dan memondokkan anaknya di pesantren kian meningkat, karena itu harus sigap mengantisipasi, misalnya keterbukaan memberikan informasi yang dibutuhkan mereka,” ujar Hari.

Ketua RMI Jatim, Gus Thoif berharap melalui diskusi ini, RMI dan pesantren lebih membuka diri bekerjasama dengan RMI dan media NU mengoptimalkan media untuk menyusun narasi tentang substansi dan kelebihan pendidikan pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin, dan sigap memanfaatkan dengan media ketika ada kritik dan sorotan publik kepada pesantren.

Beberapa kali pesantren disorot karena kasus tertentu, yang kalau dibiarkan dan terjadi berulang bisa tidak baik bagi nama pesantren. “Selain pesantren harus mampu menjawab saat disorot, tetapi kita juga harus lihai menyampaikan keluhuran misi pesantren dalam mendidik akhlak ilmu generasi bangsa melalui medja,” harap Gus Thoif. (rls/gus).

Artikel ini telah dibaca 35 kali

Baca Lainnya

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Grab Indonesia, Dorong Ahli Waris Naik Kelas Menjadi Wirausaha

26 Juni 2026 - 16:22

Bicara di LYS 4.0 Kemenpora, Ike Suharjo Beberkan 4 Kunci Sukses Pemimpin Muda Berbasis Empati dan Data

26 Juni 2026 - 11:17

Kapolres Jombang Pimpin Sertijab Rotasi Kasat Reskrim dan Sejumlah Kapolsek Jajaran

26 Juni 2026 - 09:56

Banyuwangi BerStylo Bersama, Ajak Pecinta Skutik Stylish Honda Tampil Seru dan Kompak

26 Juni 2026 - 08:15

Liburan Seru Tanpa Khawatir, Pelajar Diajak Jago Cari_Aman di Jalan dan Belajar di MPM Safety Riding Center

26 Juni 2026 - 08:09

Wali Kota Sambut Kunjungan Peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVI Tahun 2026 LAN RI

26 Juni 2026 - 08:04

Trending di KABAR NUSANTARA