Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 30 Mei 2024

Mas Adi: Angka Stunting di Kota Pasuruan Turun!


Mas Adi: Angka Stunting di Kota Pasuruan Turun! Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Kerja keras Pemkot Pasuruan dalam menangani persoalan stunting di tahun 2023 lalu, dinilai oleh satgas Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Jawa Timur. Wakil Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo (Mas Adi) memaparkan langsung 8 aksi yang telah dilakukan dalam upaya penurunan stunting.

Hasilnya, Mas Adi menyatakan bahwa angka prevalensi stunting di Kota Pasuruan di tahun 2023 menunjukkan penurunan. Jika pada tahun 2022 angka stunting Kota Pasuruan tercatat sebesar 21,1%, di tahun 2023 turun menjadi 11,7%. Angka ini melampaui target RPJMN sebesar 16%

Hal ini jelas menjadi catatan positif bagi Pemkot Pasuruan yang memang berkomitmen penuh dalam menurunkan angka stunting sesuai target yang ditetapkan.

Melalui paparan yang dilakukan secara daring tersebut, ada 8 aksi percepatan yang menjadi senjata utama Pemkot menurunkan stunting di tahun 2023. Antara lain Hasil Analisa Sasaran dan Target, Rencana Kegiatan untuk tahun berikutnya, serta pelaksanaan rembug stunting.

Berikutnya yaitu produk hukum daerah terkait percepatan penurunan stunting, peranan kader pembangunan manusia, sistem manajemen data, pengukuran dan publikasi stunting, serta reviu kinerja.

Mas Adi dalam kesempatan tersebut menyatakan bahwa ke-8 aksi tersebut merupakan wujud kolaborasi seluruh stakeholder dalam menurunkan angka stunting.

“Karena pada dasarnya persoalan stunting tidak semata-mata berurusan dengan gizi saja. Namun di sana juga beririsan dengan aspek sosiologi seperti kultur, sumber daya manusia, faktor ekonomi, dan lainnya,” ujar Mas Adi.

Beragam faktor inilah yang membuat TPPS Kota Pasuruan harus bersatu padu bekerja secara optimal sesuai kewenangan masing-masing perangkat daerah.

Ia juga menyampaikan kepada satgas TPPS Jatim bahwa di tahun 2024 nantinya akan ada amunisi baru dalam percepatan stunting berupa program CSR dari salah satu perusahaan.

“Bahkan selain perangkat daerah, perusahaan swasta kini juga ikut tergerak berperan dalam penanganan stunting. Ini patut disyukuri,” tegasnya.

Mas Adi berharap, catatan positif turunnya angka stunting ini memacu timnya untuk terus bekerja keras di tahun 2024. Mengingat target lebih besar telah menanti.

“Insya Allah dengan kerja keras bersama, kita berharap tahun 2024 akan tercapai target penururunan hingga mencapai di bawah 5%. Ini tentu tidak mudah. Harus ada extra effort dan inovasi serta dukungan seluruh pihak,” pungkasnya. (ajo/gus).

Artikel ini telah dibaca 57 kali

Baca Lainnya

Aksi Massa Dukung MBG Berlanjut Datangi Kantor DPRD Trenggalek

22 Juni 2026 - 19:08

Tinjau Langsung Proyek Sekolah Rakyat, Wali Kota Pasuruan Sebut Pembangunan Sudah 81 Persen

22 Juni 2026 - 18:25

Pasuruan Darurat Obat dan Rokok Ilegal: Kejahatan yang Mengancam Nyawa Masyarakat

22 Juni 2026 - 17:34

DPRD Jember Setujui Pembahasan Enam Raperda Usulan Pemkab, Fawait Soroti Optimalisasi Pendapatan Daerah

22 Juni 2026 - 17:20

Donor Darah SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Wujud Kolaborasi Sekolah dan Keluarga untuk Kemanusiaan

22 Juni 2026 - 11:55

Konsumen Honda PCX160 Malang dan Blitar Pererat Kebersamaan Keluarga Lewat PCX160 Bikers Playland di Prigen

22 Juni 2026 - 11:50

Trending di Kabar Otomotif