Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 18 Jul 2024

Fatayat NU Jatim Ingatkan Pentingnya Jurnalisme Damai


Fatayat NU Jatim Ingatkan Pentingnya Jurnalisme Damai Perbesar

Surabaya, Kabarpas.com – Di tengah suatu konflik dan ketegangan dalam masyarakat, menjadikan kedua belah bertikai, jurnalis harus tetap menjaga sikap profesionalitasnya. Satu kata kunci menjadikan prinsip dasar jurnalisme damai adalah penghargaan pada nilai kemanusiaan.

Dalam kode etik jurnalistik, seorang jurnalis harus independen, akurat dan berimbang. Prinsip dasar ini sama dengan moderasi beragama: adil dan berimbang.

Hal itu terungkap dalam kegiatan Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama Jawa Timur, pada pelatihan jurnalistik dengan melibatkan sejumlah content creator dan jurnalis media massa, bertempat di Grand Swiss-Bellhotel Darmo Surabaya, Kamis (18/07/2024).

Kegiatan yang terselenggara atas Kerjasama International NGO Forum on Indonesian Development tersebut berupaya membangun literasi digital yang berperspektif inklusif dan positif untuk disajikan kepada masyarakat.

Pengalamannya saat melakukan liputan terkait dengan agama, khususnya saat peristiwa serangan teror di Surabaya tahun 2018. Pemberitaan teror itu banyak dituliskan oleh media asing.

Dalam presentasinya, Riadi Ngasiran, jurnalis senior NU mengingatkan, ketika masyarakat berkonflik konsep jurnalisme damai sangat pentingpenting dipraktikkan. Jurnalisme damai menjadi pers berperan mendamaikan dalam penyelesaian konflik dan bukan justru menjadikan konflik kian menganga.

“Dalam kaitan ini dikembangkan jurnalisme damai: melakukan riset terlebih dahulu dan menjumpai narasumber yang meyakinkan,” tuturnya.

Menurut mantan Pemred Majalah Aula ini, pada, saat meliput konflik agama yang menjadi pegangan ketika menulis adalah kekerasan apapun yang mengatasnamakan agama yang menjadi ancaman terbesar adalah tindakan pelaku, BUKAN agamanya.

“Memang, sejauh ini pemberitaan tentang agama masih sebatas kegiatan seremonial dan peristiwa. Jurnalis harus juga mengangkat pemberitaan agama dari sisi kemanusiaannya untuk memberikan citra positif,” tutur Riadi, yang juga _khadam_ Media Center PWNU Jatim.

“Penting pemahaman para jurnalis untuk mempromosikan perdamaian dan bukanlah memberitakan kekerasan atas nama agama,” kata Riadi, editor senior _ngopibareng.id_.

Dalam kegiatan diikuti sejumlah content creator dan jurnalis media massa dengan menghadirkan narasumber berkompeten. Selain Riadi Ngasiran, juga Fikry Emeraldien (Dosen UINSA), Tedi Kholiludin (ELSA), Miftah Faridl (AJI), dan Pendeta Andre.

*Bebas Akses Informasi*

Ketua Fatayat NU Jatim, Dewi Winarti pada saat membuka kegiatan ini menegaskan komitmen organisasi yang dipimpinnya untuk aktif di tengah masyarakat dalam menyelesaikan masalah.

Bagaimana dengan kaitan dunia jurnalistik? “Ini kami merespon kondisi hari ini dimana masyarakat kita cukup bebas dalam mengakses informasi apapun” ujarnya.

Pihaknya berharap, dengan terbangunnya komunikasi yang baik dapat saling berbagi informasi dalam membangun komitmen pemberitaan yang inklusif.

“Sehingga perlu literasi digital yang inklusif dan positif ini disajikan dengan baik dibantu oleh rekan-rekan jurnalis” sambung perempuan yang akrab disapa mbak dewi ini.

Menurutnya, perkembangan teknologi informasi membuat sejumlah kalangan dengan mudah menyajikan informasi dalam bentuk pemberitaan maupun konten sosial media. Tidak jarang informasi yang disajikan tidak cukup inklusif dan memicu perpecahan.

“Seringkali kita melihat pemberitaan yang tidak cukup inklusif dan memicu perpecahan” ungkap Dewi Winarti.

Sebagai organisasi yang turut memperjuangkan hak-hak kesetaraan terhadap kelompok perempuan, Dewi Winarti juga menekankan kesadaran dalam membangun kontra narasi negatif dan menciptakan nilai-nilai kesetaraan dan inklusifitas.

“Sehingga tidak hanya berimbang, pemberitaan yang disajikan ke masyarkat dapat mengedepankan nilai-nilai kesetaraan dan inklusivitas,” pungkasnya. (don/ian).

Artikel ini telah dibaca 19 kali

Baca Lainnya

Lulus “Cumlaude” Doktor Unair, Hj Lelly Kikin Sentil Pimpinan PBNU Agak Lupa Qonun Asasi

30 Juni 2026 - 16:58

Guru Kompeten, Lulusan Berkualitas: MPM Honda Jatim Perkuat Pendidikan Vokasi melalui TSM Honda

30 Juni 2026 - 07:32

PAN Jember Gelar Muscab, Konsolidasi Struktur Kecamatan Dimulai Menuju Pemilu 2029 

29 Juni 2026 - 21:31

MPM Honda Jatim Kembali Hadirkan Program “Untukmu Konsumen Honda”, 2 Honda PCX160 Menanti Konsumen Jember

29 Juni 2026 - 21:14

Kirab Budaya Mojo Bangkit berlangsung Spektakuler, Menjadi Rangkaian HUT ke-108 Kota Mojokerto

29 Juni 2026 - 06:15

Disnaker Kabupaten Probolinggo Perkuat Layanan Kerja Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas

29 Juni 2026 - 05:59

Trending di Kabar Probolinggo