Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 3 Agu 2025

Rais Aam PBNU: IPNU Adalah Dapur Ulama NU Harus ciptakan Grand Desain 5.0


Rais Aam PBNU: IPNU Adalah Dapur Ulama NU Harus ciptakan Grand Desain 5.0 Perbesar

Situbondo, Kabarpas.com – Majelis Alumni Madrasah Aliyah (MA) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di Pendopo Kabupaten Bondowoso, Sabtu–Ahad (2–3/8/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam merumuskan peran alumni IPNU terhadap bangsa dan Nahdlatul Ulama.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Miftachul Akhyar, yang hadir secara langsung dalam forum tersebut, menyampaikan bahwa IPNU memegang peranan sangat penting dalam tubuh NU, khususnya dalam hal kaderisasi dan penguatan ideologi Ahlussunnah wal Jamaah.

“IPNU ini adalah dapur ulama. Di sini kader-kader NU diracik, diolah, dimasak, lalu disajikan kepada umat dan bangsa. Ini bukan sekadar organisasi pelajar, tapi tempat lahirnya generasi yang memegang ilmu dan nilai keaswajaan,” tegasnya.

Kiai Miftach juga mengulas dinamika sejarah IPNU yang sempat berganti nama menjadi Ikatan Putra Nahdlatul Ulama pada tahun 1988, namun kembali ke identitas awal sebagai Ikatan Pelajar NU pada 2003.

“Ini seperti kisah Ashabul Kahfi. Pernah tertidur sejenak, lalu bangkit kembali membawa cahaya perjuangan,” jelasnya.

Grand Desain 5.0
Dalam pidatonya, Pengasuh Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya itu memperkenalkan gagasan Grand Desain 5.0, sebagai arah baru dalam membangun kekuatan kaderisasi NU berbasis pelajar. Lima elemen utama dalam gagasan ini meliputi Grand Idea, Grand Design, Grand Strategy, Grand Control dan Grand Samikna Wa Atho’na.

“Samikna wa atho’na itu hari ini kadarnya menurun. Harus dibangkitkan kembali. Kader IPNU tidak cukup hanya pintar, tapi juga harus bener secara akhlak dan spiritual,” pesannya.

Kader IPNU dan Masa Depan NU
Menurut Kiai Miftach, banyak tokoh strategis NU hari ini lahir dari rahim IPNU. Karena itu, ia mendorong Majelis Alumni IPNU menjadi ruang meramu kembali kader-kader terbaik yang siap menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Jangan sampai hanya organisasi yang keramat. Jamaahnya juga harus ikut merasakan berkah dan manfaatnya. Majelis Alumni IPNU harus mampu menyajikan menu-menu keumatan, kebangsaan, dan keilmuan sesuai zaman,” pungkasnya. (fis/ian).

Artikel ini telah dibaca 20 kali

Baca Lainnya

Jember Cari Talenta Hacker Muda, 23 Tim Pelajar Adu Kemampuan di Cyber Clash 2026

1 Juli 2026 - 18:22

Pasar Murah Terintegrasi Jember Tekan Harga Pangan, Warga Tanggul Serbu Komoditas Bersubsidi

1 Juli 2026 - 18:19

Banten Media Hub 2026, Media Lokal Didorong Punya Unit Usaha

1 Juli 2026 - 08:58

Wujudkan Smart System, FTS Uniwara Gelar Kuliah Pakar Integrasi AI dan IoT

1 Juli 2026 - 08:54

Peringati Harganas Ke-33, DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Perkuat Ketahanan Keluarga Hadapi Era Digital

1 Juli 2026 - 08:46

Lulus “Cumlaude” Doktor Unair, Hj Lelly Kikin Sentil Pimpinan PBNU Agak Lupa Qonun Asasi

30 Juni 2026 - 16:58

Trending di KABAR NUSANTARA