Jember, Kabarpas.com – Menanggapi laporan masyarakat terkait dugaan peredaran beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang tidak sesuai takaran dan kualitas di beberapa titik wilayah Jember, Bupati Muhammad Fawait langsung bergerak cepat berkoordinasi dengan Kepala Bulog Wilayah Kabupaten Jember.
Dari penelusuran awal bersama, ada indikasi beras SPHP yang beredar tidak sesuai standar alias palsu.
“Hasil mitigasi awal yang kami lakukan bersama Bulog menunjukkan bahwa beras tersebut merupakan beras palsu. Ini adalah tindakan kejahatan yang bisa merugikan masyarakat, dan tidak bisa kita biarkan,” ungkap bupati.
Bupati menegaskan, Pemkab Jember akan segera melakukan langkah-langkah lanjutan untuk memastikan beredarnya beras palsu ini dapat segera dihentikan dan pelakunya ditindak sesuai hukum.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terkecoh terhadap beras SPHP yang diduga palsu. Jika menemukan hal-hal mencurigakan terkait kualitas maupun berat beras SPHP, segera laporkan melalui kanal Wadul Guse, atau sampaikan langsung ke pemerintah setempat,” lanjutnya.
Dalam upaya pengamanan dan pengawasan, Pemkab Jember akan mengerahkan seluruh kekuatan yang ada, termasuk Camat, Satpol PP, serta jajaran aparat di bawah koordinasi Bulog dan KNI Polri.
“Jangan sampai masyarakat Jember menjadi korban dari tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab. Pemerintah hadir dan akan terus melakukan mitigasi, koordinasi, serta penindakan tegas untuk menjaga kepentingan rakyat,” tandasnya.
Pemkab Jember juga akan menyampaikan informasi ini secara luas melalui berbagai media, termasuk media sosial, agar masyarakat dapat lebih waspada dan tidak menjadi korban.
Sementara, Kabulog Ade Saputra mengimbau masyarakat waspada dengan adanya penipuan beras SPHP yang sedang beredar.
Ade menjelaskan, beras SPHP diproses dengan mesin modern dan standar mutu tinggi sehingga bisa menghasilkan beras berkualitas yang layak dikonsumsi masyarakat.
“SPHP diproses dengan mesin berteknologi tinggi guna menghasilkan beras berkualitas dan bermutu baik,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan, beras SPHP hanya dijual melalui jalur distribusi terpercaya yang selama ini bekerja sama dengan Bulog.
Di antaranya, pedagang eceran di pasar rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, kios binaan Pemda, event gerakan pangan murah, dan kantor-kantor BUMN.
Ade menambahkan, Bulog Jember bersama dinas melakukan verifikasi di sejumlah pasar tradisional untuk mengecek langsung kondisi lapangan.
“Kami hari ini baru selesai melakukan verifikasi dan validasi dengan dinas pemerintah yang ada di Pasar Tanjung, Pasar Kreongan, Pasar Mangli. Selebihnya nanti kita akan meminta data dari masing-masing dinas pasar untuk verifikasi pedagang untuk kita salurkan losgitik,” katanya.
Lebih lanjut Ade menyatakan, Bulog Jember bekerjasama dengan satgas pangan menindaklanjuti arahan dari Bupati Fawait untuk terus melakukan pengawasan terhadap peredaran beras palsu seperti yang dikabarkan belakangan ini. (dan/ian).

















