Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, kabarpas.com – Ambar Susanti (35) warga Jalan Mastrip, Kecamatan Kedopok, Kabupaten Probolinggo, merupakan sosok Guru Honorer yang pantang menyerah.
Setiap hari, belasan Kilometer jarak dari rumah ke sekolah, harus dilaluinya untuk mendidik murid-muridnya. Di saat pendemi Covid -19, ibu beranak satu ini menambah jarak tempuh, karena harus mendatangi murid-muridnya agar tidak ketinggalan pelajaran di sekolah. Dan untuk menambah pundi-pundi rupiah di sela-sela kesibukanya dimanfaatkan untuk membuat kerajinan dan dijualnya.
Saat ini, Ambar Susanti, mengabdi di SDN Lemahkembar, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Yang sebelumnya pernah menjadi guru honorer di SDN Mentor II, Pesisir II.
“Saya mengajar sudah 15 tahun lamanya, dan menjadi guru itu pilihan hidup saya,“ ujar Ambar, Rabu (25 /11/2020).
Saat ditanya honor menjadi guru, Ambar hanya tersenyum dan enggan menceritakan, hanya saja biasanya untuk menambah penghasilan dirinya berkreasi menekuni Handmade, seperti seni rajut, dan souvenir penikahan.
“Jangan membahas honor kurang etis, yang terpenting saya bisa terus mengajar, dan saya menekuni souvenir untuk menambah rezeki,“ tegasnya.
Hanya saja Ambar berpesan, agar pihak sekolah tetap mendukung para tenaga honorer termasuk hak dan kewajiban tenaga honorer.
“Seperti yang saya alami dampak pindah-pindah tugas sekolah berakibat data saya ke pusat tidak masuk dan honor saya eror dan tidak mendapatkan haknya,” tutupnya. (wil/gus).

















