Reporter: Kholid Andika
Editor: Memey Mega
___________________________________
Sidoarjo (Kabarpas.com) – Tak terima dengan hasil pendaftaran peserta didik baru (PPDB), warga Sidokepung, Kecamatan Buduran Sidoarjo melurug ke Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Buduran Sidoarjo, Selasa (11/07/2017).
Warga menuntut agar pihak sekolah menerima anaknya yang merupakan warga setempat. Warga juga mengancam akan menggembok pintu gerbang dengan rantai besi jika tuntutan warga tidak dilaksanakan.
Tak hanya orang tua atau wali murid, anak-anak yang tidak diterima di sekolah tersebut juga ikut melakukan aksi unjuk rasa.
Dengan membawa sejumlah atribut tuntutan, 3 warga dan anak-anak juga melakukan orasi. Warga menilai bahwa pihak sekolah tidak transparan dalam menerima peserta didik baru.
Warga meminta agar pihak sekolah menerima anak-anak lulusan Sekolah Dasar (SD) Sidokepung yang merupakan warga setempat. Pasalnya, tanah yang dibangun sekolah ini merupakan tanah gogol atau tanah milik warga yang dijual kepada pihak sekolah.
“Kami masih ingat waktu tanah ini mau dibangun sekolah. Kami minta pihak sekolah menerima anak cucu warga Sidokepung. Jika tuntutan kami tidak dilaksanakan, akan ada demo susulan yang lebih besar dan pintu gerbang akan kami gembong menggunakan rantai,” kata Suki koordinator aksi kepada Kabarpas.com biro Sidoarjo.
Sementara itu, menurut Tirto Adi, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, pihak sekolah sebetulnnya sudah menyiapkan 8 bangku kosong untuk warga setempat. Namun karena belum memenuhi persyaratan, sehingga calon peserta didik baru belum bisa diterima di SMPN 2 Buduran.
“Bangku yang kosong dan sedikit ini, sebelumnya bisa dikordinasikan dengan kepala desa dan kepala sekolah. Laporan yang sudah masuk ke Dinas Pendidikan adalah laporan yang sudah matang. Tidak ada presentase jalur lingkungan, tapi tergantung bangku kosong yang tersedia. Bangku kosong ada 8 dan sudah diisi oleh warga,” ujar Tirto.
Untuk menghindari aksi anarkis, sejumlah polisi laki-laki dan polisi wanita berjaga ketat di depan pintu gerbang sekolah. Dengan adanya aksi unjuk rasa ini, jalan raya Sidokepung macet karena banyak pengendara yang ingin melihat aksi demo tersebut. (lid/mey).

















