Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 2 Des 2019

Anggota DPD RI Evi Zainal Abidin Sebut Kebhinekaan Jadi Tonggak Pemersatu Bangsa


Anggota DPD RI Evi Zainal Abidin Sebut Kebhinekaan Jadi Tonggak Pemersatu Bangsa Perbesar

Reporter : Eko Budi

Editor : Agus Hariyanto

 

 

Kediri, Kabarpas.com  – Anggota MPR RI Evi Zainal Abidin merasa berbangga hati dikarenakan saat ini, dirinya bisa memberikan sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang merupakan program sosialisasi pertama sejak menjabat sebagai anggota MPR RI dan dapat dilaksanakan bersama Paguyuban Keluarga Besar Brimob Kediri.

Sosialisasi 4 Pilar MPR RI merupakan tugas dan kewajiban sebagai anggota DPD RI yang secara otomatis sebagai anggota MPR RI. Salah satu tugasnya adalah membumikan 4 pilar di tengah-tengah masyarakat.

Di hadapan para peserta sosialisasi, Evi (anggota MPR RI) menyebutkan bahwa Kebhinekaan menjadi sebuah tonggak pemersatu bangsa yang harus dipandang dengan sebuah kebanggaan, hal itu karena Indonesia adalah bangsa yang beragam.

“Selain itu kita juga bangsa yang memiliki ribuan pulau dan ribuan budaya yang berbeda, namun kita tetap satu jua yaitu Bhineka Tunggal Ika,” ujar wanita yang pernah meraih penghargaan Kabarpas Award 2019 kategori Politisi Perempuan Inspiratif tersebut.

Bagi bunda EZA sapaan akrabnya, Bhineka Tunggal Ika tidak bisa dianggap hanya sekedar semboyan, melainkan harus dihayati, disimpan dalam sanubari dan dimaknai sebagai sebuah nilai dasar oleh setiap warga negara Indonesia untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Terakhir, Evi menutup sosialisasinya dengan menekankan bahwa tantangan terbesar bangsa Indonesia dari dalam adalah adanya keanekaragaman baik agama, suku ras, sosial, pendidikan sehingga kedepan Evi berharap agar anggota PKBB (paguyuban keluarga besar Brimob) ini dapat menjadi Ambassador-ambasador bangsa yang bisa memberikan pengertian bagi orang-orang sekitar, dan orang-orang lingkungan terdekat agar tidak menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan.

“Hal tersebut karena kita tahu bahwa saat ini kita memasuki ruang peradaban yang berbeda, ruang peradaban yang beda ini tidak lagi membenturkan negara dengan angkatan senjata/ militer. Tapi lebih pada membeturkan negara dengan kekuatan berpikir dan kekuatan budaya suatu negara,” ungkapnya.

“Indonesia dengan NKRI sudah menjadi sesuatu yang final sehingga kebinekaan tidak pula dapat dinafikkan, kita semua harus tetap melestarikan jiwa goyong royong, sopan santun karena hal itu merupakan kekuatan terbesar bangsa ini,” tambahnya. (Eko/Gus).

Artikel ini telah dibaca 243 kali

Baca Lainnya

Nama BPR Jwalita Berubah Jadi Bank Trenggalek, Begini Kata Ketua Pansus II

20 Mei 2026 - 11:36

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Karnaval SCTV di Jember Dipadati Puluhan Ribu Warga, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dari Event Hiburan

18 Mei 2026 - 08:27

Ning Ita dan Wawalikota Resmi Membuka POPKOT 1 Tahun 2026, Menjaring Atlit Berbakat dan Berprestasi

17 Mei 2026 - 19:13

Walk For Peace 2026, Biksu Thudong dari Empat Negara Singgah di Kota Mojokerto

17 Mei 2026 - 12:35

Trending di KABAR NUSANTARA