Pasuruan, Kabarpas.com – PC PMII Pasuruan Raya mengeluarkan pernyataan sikap terkait insiden peluru nyasar yang kembali terjadi di kawasan Puslatpur TNI AL Grati, Kabupaten Pasuruan. Pasalnya, salah satu anggota PMII Pasuruan turut menjadi korban dalam insiden tersebut.
“Kami dari PMII Pasuruan Raya mengecam adanya insiden ini. Sebab ini bukanlah yang pertama kali terjadi melainkan sudah berkali-kali. Sebenarnya tidak perlu terjadi kembali kalau saja pihak dari oknum TNI AL memperhitungkan secara matang pada saat latihan,” ujar Ketua PC PMII Pasuruan Raya, Ainul Yakin kepada Kabarpas.com.
Menurutnya, selama ini para korban selalu dibuat bungkam untuk tidak menyebarluaskan masalah ini dengan dalih penyelesaian secara kekeluargaan.
“Dalam latihan menembak, tidak bisa sembarangan saja dilakukan, perlu tahapan dan kehati-hatian saat menggelarnya sesuai dengan Protap (prosedur tetap). Apalagi Puslatpur sendiri dekat dengan jalan dan pemukiman warga,” terangnya.
Tak hanya itu, atas terjadinya insiden peluru nyasar tersebut PC PMII Pasuruan Raya mengeluarkan pernyataan sikap sebagai berikut:
- PC PMII Pasuruan mengecam keras insiden tembakan peluru nyasar oleh oknum TNI AL terhadap Kader PMII di Pusat Latihan Tempur Lekok Pasuruan.
- PC PMII Pasuruan mendesak kepada pihak yang berwenang agar mengusut tuntas kasus tembakan peluru nyasar itu.
- PC PMII Pasuruan meminta kepada TNI AL untuk tidak mengadakan latihan tempur di wilayah Kecamatan Lekok dan Nguling, mengingat dekat pemukiman warga yang padat penduduk. (mhm/tin).

















