Prigen (Kabarpas.com) – Upaya untuk meminimalisir banyaknya prostitusi yang semakin mengakar di Pasuruan, membuat Satpol PP setempat melakukan operasi pekat ke tempat- tempat yang dijadikan mangkal oleh para Penjajah Seks Komersial (PSK). Hasilnya, belasan PSK terjaring razia dalam operasi pekat tersebut.
Pantauan Kabarpas.com, saat diciduk oleh petugas penegak perda, belasan PSK tersebut sedang asyik menunggu para pelangganya di depan villa maupun wisma. Tak ayal, mererka pun langsung berusaha lari terbirit-terbirit untuk menghindari razia petugas Satpol PP.
Kasatpol PP Kabupaten Pasuruan, Anang Syaiful Wijaya mengatakan, para PSK yang terjaring dalam razia tersebut berjumlah sebanyak 13 orang. Ia menambahkan bahwa 13 PSK itu berasal dari luar daerah Kabupaten Pasuruan.
“Rata-rata mereka (PSK.red) ini berasal dari luar daerah. Yakni, seperti Sidoarjo, Pemalang Jateng, Lumajang, dan Malang,” terangnya kepada Kabarpas.com, Jumat (25/11/2016).
Selain itu, lanjut Anang. Sebagian besar dari PSK yang diciduk ini merupakan pelaku lama yang sebelumnya sudah terjaring razia di tempat yang sama. Meski demikian, untuk meringkus PSK ini tak mudah. Pasalnya, Anang mengaku bahwa pihaknya mempunyai cara sendiri dengan berpura-pura sebagai pelanggan dengan memboking para psk di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
“Sementara untuk para penikmat lelaki hidung belang, yang terjaring razia saat proses transaksi kepada PSK tersebut, nantinya akan diikutkan sidang tipiring yang akan dilaksanakn di mako kami. Selain itu, upaya untuk meminimalisir penyakit masyarakat, maka razia ini akan terus kami galakkan,” pungkasnya. (ajo/gus).

















