Reporter: Ajo
Editor: Agus Hariyanto
____________________________________________________________
Bangil (Kabarpas.com) – Bagi ibu-ibu yang suka belanja di pasar tradisional, sepertinya harus lebih jeli lagi pada saat membeli cabai. Pasalnya, sejak sepekan terakhir ini mulai beredar di pasar tradisional cabai yang dijual dalam kondisi sudah busuk dan tak layak dikonsumsi.
Saat ini kondisi tersebut menjadi perhatian serius Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Pasuruan. Untuk itu, mereka meminta pada masyarakat agar supaya waspada dan memperhatikan kwalitasnya dan jangan asal beli meski harganya murah dan mudah didapatkan.
“Tim pengawas Disperindag Kabupaten Pasuruan, menemukan mulai beredarnya cabai rawit import busuk itu pada Selasa (07/03/2017) malam. Itu kami temukan di dua pasar tradisonal. Yakni, di Pasar Bangil dan Pasar Pandaan,” kata Kepala Disperindag Kabupaten Pasuruan, Edi Suwanto kepada Kabarpas.com, Rabu (08/03/2017).
Dijelaskan, untuk di Pasar Pandaan diketahui terdapat empat pedagang dan di Pasar Bangil hanya satu pedagang yang menjual cabai rawit import yang diduga berasal dari India dan Tiongkok.
“Mereka (pedagang.red) ini mengaku didatangi suplayer dan ditawari untuk membeli cabai rawit import itu, kondisinya tidak menggairahkan. Harga dari suplayer antara Rp 40 ribu hingga 60 ribu setiap kilonya,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Menurutnya, kondisi cabai rawit import yang dipasok suplayer ke pedagang itu, bentuk dan ukurannya seperti cabai merah. Tapi warnanya pucat dan banyak ditemui warna kehitam-hitaman yang menunjukkan cabai itu sudah busuk. Agar busuknya tersamarkan, cabai sepertinya sengaja dikeringkan.
“Dari harga kulak sebesar Rp 40 ribu hingga Rp 60 ribu, pedagang menjual kembali ke masyarakat dengan harga antara Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu,” pungkasnya. (ajo/gus).

















