Bugul Kidul (Kabarpas.com) – Ratusan santri dari perwakilan sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di wilayah Kota dan Kabupaten Pasuruan, sangat antusias mengikuti pelatihan videomaker pesantren di Aula SMK Bayt Al-Hikmah, Kota Pasuruan.
Kegiatan ini digelar oleh Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Kabupaten Pasuruan. Pelatihan ini diberikan sebagai bekal kepada para santri, agar mereka mampu menyampaikan pesan dakwahnya melalui visual (video). Sehingga dakwah mereka bisa diketahui secara luas oleh dunia.
Tampak, ratusan santri perwakilan dari sejumlah pesantren yang ada di Kota dan Kabupaten Pasuruan tersebut, begitu antusias dan serius mendengarkan materi yang disampaikan oleh para narasumber pelatihan videomaker pesantren ini.
Dalam pelatihan ini, para santri tidak hanya mendapatkan materi teori mengenai teknik dasar pembuatan video saja. Melainkan pada saat itu juga mereka langsung melakukan praktik pembuatan video di sekitar lokasi kegiatan. Selanjutnya, para santri ini langsung mengedit hasil dari video yang dibuatnya tersebut.
“Sudah tidak dapat dipungkiri bahwa saat ini teknologi telah berkembang maju dan canggih. Sehingga para santri dituntut untuk terus mengatualisasikan diri, agar mereka tidak dikatakan sebagai santri yang ketinggalan zaman,” kata Hakim Jayli, Ketua Lakpesdam PCNU Kabupaten Pasuruan dalam sambutannya.
Dalam kesempatan yang sama, pria yang akrab disapa Gus Hakim ini juga memotivasi para santri supaya melakukan pesan dakwahnya dengan kreatif. Karena menurutnya, dakwah itu bisa ditempuh dengan berbagai cara, salah satunya yaitu dakwah bil Hal. “Nah, kata bil Hal ini bisa dimaknai kreatif. Untuk itulah para santri harus selalu kreatif dalam berdakwah,” imbuhnya.
Sementara itu, Elik Ragil, salah satu pemateri dalam pelatihan videomaker ini mengatakan, pelatihan ini dapat memotivasi dan merangsang para santri, untuk membuat konten audio visual yang bernafaskan keislaman.
“Melalui pelatihan semacam ini, para santri bisa menjadi cyber NU dalam mengawal tradisi Islam Nusantara di dunia maya. Sebab saat ini di Media Sosial (Medsos) sedang marak berita hoax yang berseliweran,” ujar pria asal Jakarta itu kepada Kabarpas.com, saat ditemui di sela-sela pelatihan videomaker pesantren tersebut. (ajo/sym).

















