Rejoso (Kabarpas.com) – Banyaknya paham-paham baru yang bermunculan di masyarakat saat ini menjadi perhatian serius warga Nahdliyin, khususnya dari pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Rejoso, Kabupaten Pasuruan. Pasalnya, munculnya paham-paham baru tersebut dikhawatirkan membawa misi tertentu, yaitu mengajak warga nahdliyin untuk ikut dalam paham radikalisme atau pun anti Pancasila.
Untuk itulah, MWC NU Rejoso Pasuruan menggelar Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKP NU), yang dilaksanakan di Gedung Al Barkah, Rejoso, Sabtu (14/01/2017) pagi. Pelatihan tersebut digelar dalam rangka untuk membentengi para kader NU sejak dini, agar tidak terbawa dengan munculnya paham-paham baru yang bertentangan dengan NU.
Dalam pelatihan yang pertama kali digelar ini, diikuti oleh puluhan peserta dari seluruh pengurus NU di tingkat ranting NU. Bahkan, hadir dalam kegiatan itu, sejumlah pengurus PCNU Kabupaten Pasuruan dan kalangan anggota Muspika Kecamatan Rejoso.
Pada kesempatan itu, Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin berharap kepada para pengurus di tingkat ranting agar mampu menangkal adanya paham baru tersebut.
“Pelatihan ini dilakukan untuk membentengi para kader NU, yaitu mulai di tingkat ranting hingga cabang. Dengan demikian, paham-paham baru yang bermunculan itu bisa ditangkal sejak dini,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipong itu kepada Kabarpas.com.
Menurutnya, paham-paham yang saat ini mulai bermunculan justru memiliki idiologi yang tak sepaham dengan Ahlussunah Wal Jamaah maupun nasionalisme bangsa Indonesia.
Untuk itulah, pihaknya berharap pelatihan kaderisasi NU ini akan melahirkan para kader militan yang senantiasa berjuang untuk kemaslahatan ummat dan berkhitmad untuk NU serta bangsa Indonesia. “Kami harapkan akan lahir kader-kader NU yang militan di tiap-tiap ranting maupun pedesaan,” pungkasnya. (ajo/sym).

















