Purworejo (Kabarpas.com) – Para jurnalis yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan, menggelar aksi damai di depan Alun-alun Kota Pasuruan. Dalam aksinya, para juru tinta ini menyampaikan seruan moral dalam rangka menyikapi kekerasan terhadap wartawan.
Ada beberapa poin penting seruan moral yang disampaikan oleh PWI Pasuruan, melalui sebuah kertas HVS berwarna putih. Di antaranya yaitu bertuliskan Jurnalis Sahabat Rakyat, Jurnalis Bukan Pembawa Petaka, Jangan Tinju Jurnalis, dan Jurnalis Bukan Begal.
“Kami sangat menyesalkan dengan adanya kekerasan terhadap wartawan, yang masih saja berlangsung. Sebab wartawan bukan pemecah bangsa, namun panjang tangannya masyarakat dalam menyampaikan informasi yang ada, “ kata Ketua PWI Pasuruan, Arie Yoenianto kepada Kabarpas.com.
Pria yang juga menjadi wartawan di harian Sindo tersebut berharap, agar masyarakat bisa menghargai profesi wartawan sebagai penyebar informasi. Bukan, justru malah untuk memusuhi. “Kalau seandainya ada yang kurang puas dengan pemberitaan, silakan menggunakan mekanisme UU Pers, jangan main kekerasan,” ucapnya kepada Kabarpas.com.
Aksi ini, diikuti sejumlah awak media dari bermacam-macam media. Yakni,, mulai dari media cetak televisi dan online yang ada di Pasuruan. Aksi damai ini selain menunjukan terhadap masyarakat kalau awak media bukanlah pembuat masalah melainkan sebagai lidah masyarakat untuk memberikan informasi terhadap publik sesuai kode etik.
Selain aksi damai, mereka juga menggelar aksi foto selfi bersama Wakil Wali Kota Pasuruan, Raharto Teno Prasetyo yang saat itu menyempatkan waktunya untuk turut hadir. Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Mas Teno itu juga menyampaikan keprihatinannya atas aksi kekerasan terhadap awak media yang semata-mata hanya menjalankan tugas liputan.
“Media ini kontrol sosial, tak selayaknya diperlakukan seperti itu. Sebab produk jurnalis yang dibuat itu, tentunya sesuai dengan kode etik jurnalistik bukan ngawur. Untuk itu, saya berharap, agar masyarakat menghargai profesi kerja jurnalis dan tidak menyudutkan para jurnalis,” pungkasnya. (ajo/gus).

















