Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 30 Jul 2017

Belasan Pengrajin Batik dan Desainer Ternama Ramaikan Panggung Banyuwangi Batik Festival 2017


Belasan Pengrajin Batik dan Desainer Ternama Ramaikan Panggung Banyuwangi Batik Festival 2017 Perbesar

Reporter : Habib Mustofa

Editor : Agus Hartanto

___________________________________

Banyuwangi (Kabarpas.com) – Belasan pengrajin batik dan desainer ternama, turut meramaikan panggung Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2017. Selain itu, tidak hanya memamerkan kekhasan batik lokal, namun panggung ini juga diwarnai nuansa etnis Banyuwangi.

Ketuk lesung, sayup-sayup gending Umbul-Umbul Blambangan dan diorama sekumpulan nenek yang nginang ala suku Osing menjadi penanda Banyuwangi Batik Festival (BBF) 2017 di Taman Blambangan, Banyuwangi. Kesan etnik makin menguat dengan iringan mocoan, tradisi masyarakat Osing yang ritmis.

Nuansa etnik sebagai pembuka BBF, segera menyatu halus dengan balutan modernitas dengan tampilan para model. Ada 50 model yang menampilkan ratusan busana dari fashion desainer ternama yang dikolaborasikan dengan karya para pembatik lokal.

“Ada 15 desainer yang berkolaborasi dengan 15 pengrajin batik lokal. Ini upaya dari Pemkab Banyuwangi untuk mengedukasi pegiat batik di Banyuwangi untuk bisa berkiprah di tingkat nasional dan internasional,” ungkap Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Dengan batik motif kopi pecah yang menjadi tema BBF kali, mampu dikreasikan dengan memukau. Karya para pengrajin batik lokal menjadi semakin mempesona dengan sentuhan para perancang busana kenamaan dari Indonesia Fashion Chambers (IFC).

“Para fashion desaigner kami berikan tantangan untuk mengkreasikan karya batik pengrajin lokal dengan berbagai segmentasi mode,” terang Presiden IFC Ali Charisma.

Desain yang ditampilkan dalam BBF kali ini, semakin beragam. Mulai desain casual, retro, busana formal, gaun pesta hingga busana syar’i. Semuanya mampu dielaborasi dengan elegan.

Karya dari Allett yang berkolaborasi dengan batik Sekar Kedaton Blambangan menghentak diawal dengan gaun-gaun yang menawan. Dominasi warna coklat membuat kesan glamour makin terasa. Hal senada juga ditampilkan oleh Priscilla Saputra yang merancang batik Osing Ningrat. Dominasi warna merah yang kalem membuat gaun-gaunnya terasa eksotis.

Busana syar’i juga turut ambil bagian. Batik kopi pecah mampu didesain dengan memikat dalam bentuk gaun panjang yang modern maupun tradisional. Kiki Malenda bersama batik Gondo Arum, Ina Priyono dengan batik Sayu Wiwit, dan Milo’s dengan Satria Batiknya mengambil bagian dalam segmen tersebut.

Corak retro dan casual dengan kombinasi warna yang mencolok juga menghiasi panggung BBF tahun ini. Gregorius Vici, Andi Sugik, Al Muzakki Fahim, Xandreg, dan Aldre adalah sederet fashion disigner yang mengusup konsep ini. Mereka menggandeng pengrajin batik seperti Pendawi, Seblang, Mertosari, Salsa dan Nozza.

Memadukan pagelaran fesyen dengan kekhasan lokal ini rupanya mampu memikat Niels Kerkhoff, wisatawan asal Belanda yang sedang berlibur ke Banyuwangi. Kerkhoff nampak betah mengikuti BBF hingga selesai.

“Kebetulan saya lewat sini, lalu dengar musik tradisional, ternyata ada fashion show batik. Panggung yang menarik, meski batik tapi desainnya moderen,” ujar Kerkhoff.

BBF yang memasuki tahun kelima ini, memang terus dibenahi dari tahun ke tahun.

“Kami terus berkomitmen untuk terus menyajikan tampilan yang semakin baik dari tahun ke tahun. Di tahun kelima ini, kita banyak belajar dari penyelenggaraan sebelum-sebelumnya,” papar Bupati Anas.

Anas juga menjanjikan untuk BBF tahun depan akan semakin baik dan meriah. “Ada 40 motif batik khas Banyuwangi. Tentu ini potensi besar untuk ditampilkan lebih baik dan meriah lagi di tahun-tahun mendatang,” pungkas Anas. (bib/gus).

Artikel ini telah dibaca 48 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA