Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 8 Jun 2021

Belerang Gunung Bromo Ancam Tanaman Strawberry dan Pertanian Warga


Belerang Gunung Bromo Ancam Tanaman Strawberry dan Pertanian Warga Perbesar

Probolinggo, kabarpas.com – Kandungan belerang vulkanik Gunung Bromo yang terus keluar beberapa pekan terakhir, berdampak pada rusaknya sejumlah tanaman di kawasan lereng Tengger di Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Akibatnya sejumlah tanaman Strawberry dan lahan pertanian milik seperti kentang, tomat daunya mengering dan bila kandungan belereng terus terjadi tidak menutup kemungkinan mati.

Pemilik kebun Strawberry di Desa Jetak , Kermat menjelaskan, sekitar satu hektar tanaman strawberry miliknya rusak akibat hembusan belerang ini yang berkali-kali terjadi.

“Embun belerang datang biasanya pada malam hari, ciri-cirinya di kamar itu seperti ada bau khas belerang. Dan dipastikan besoknya tanaman banyak yang mati,” ujar Kermat kepada Kabarpas.com.

Selanjutnya, biasanya disusul dengan embun upas. Embun upas merupakan sebutan warga Tengger untuk embun yang mengkristal di dedaunan. Setelah terkena kabut belerang dan embun upas, tanaman dipastikan perlahan mati.

“Cirinya bagian belakang daun strawberry yang menghitam tidak wajar. Serta bagian tepi daun yang mulai mengering,” tambahnya.

Selain tanaman strawberry. Tanaman pertanian lainnya seperti kentang dan kubis milik warga juga mengalami hal yang sama.

“Yang bisa bertahan hanya bawang pre (bawang daun). Karena bentuk daunnya runcing ke bawah,” imbuhnya.

Akibat serangan kabut belerang ini, Kermat mengalami kerugian sampai puluhan juta rupiah. Hampir mencapai sekitar Rp 25 juta lebih. Biaya sebesar itu untuk perawatan tanaman strawberry. Mulai dari pemupukan, semprot air dan lain sebagainya.

Sementara itu, Kepala pos Pantau Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) Cemoro Lawang, Wahyu Andrian Kusuma menegaskan, kabut belerang merupakan hasil aktivitas magma di dalam perut Gunung Bromo. Bagi masyarakat dan wisatawan yang datang, diimbau selalu menggunakan masker. Ketika tercium bau belerang.

“Guna mengantisipasi dampak yang timbul akibat menghirup gas belerang itu, masyarakat dan wisatawan agar selalu memakai masker.” Ujar Wahyu.

Meski demikian, wisatawan dan masyarakat tidak perlu khawatir, sampai sejauh ini status Gunung Bromo masih di level II waspada. Dengan jarak aman satu kilometer dari pusat kawah. (wil/gus).

Artikel ini telah dibaca 57 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Karhutla Bromo Terbakar Lagi, Polres Probolinggo dan Tim Gabungan Terus Jinakan Api

27 Agustus 2026 - 19:58

SKB Kraksaan Buka Akses Pendidikan Kesetaraan Warga Binaan Rutan Kraksaan

27 Agustus 2026 - 11:04

Disnaker Kabupaten Probolinggo dan Rutan Kraksaan Gelar Pelatihan Membatik Bagi Warga Binaan

26 Agustus 2026 - 09:57

PMI Kabupaten Probolinggo Bekali Tim SIBAT Jadi Narasumber Edukasi Bencana

25 Agustus 2026 - 08:48

Kwaran Gerakan Pramuka Gending Gelar Gending Scout Camp 2026, Edukasi Pelestarian Lingkungan

24 Agustus 2026 - 09:32

IDI Cabang Kabupaten Probolinggo Kirim Relawan Medis Bantu Korban Gempa NTT

23 Agustus 2026 - 13:16

Trending di Kabar Probolinggo