Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 25 Agu 2026

PMI Kabupaten Probolinggo Bekali Tim SIBAT Jadi Narasumber Edukasi Bencana


PMI Kabupaten Probolinggo Bekali Tim SIBAT Jadi Narasumber Edukasi Bencana Perbesar

Probolinggo, Kabarpas.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Probolinggo membekali 30 anggota Tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) melalui pelatihan dan Training of Trainer (ToT) di ruang Diklat BKPSDM Kabupaten Probolinggo di Desa Pabean Kecamatan Dringu.

Kegiatan yang merupakan bagian dari kerja sama program CSR PT Paiton Energy dengan PMI tersebut diikuti oleh 30 orang peserta yang merupakan perwakilan dari Desa Kedungdalem dan Desa Dringu Kecamatan Dringu. Di mana masing-masing desa sebanyak 15 orang peserta.

Pelatihan dibuka oleh Kepala Bidang Organisasi, Komunikasi dan Informasi PMI Kabupaten Probolinggo Soedjono didampingi Sekretaris PMI Kabupaten Probolinggo Dewi Korina dan sejumlah pengurus PMI Kabupaten Probolinggo.

Para peserta mendapatkan berbagai materi, di antaranya teknik presentasi dan public speaking, peran dan fungsi Tim SIBAT sebagai narasumber serta pemahaman mengenai penyakit dan stigma di masyarakat dalam kasus zoonosis dan tuberkulosis (TBC). Penyampaian materi difasilitasi oleh narasumber dan dimoderatori Sekretaris PMI Kabupaten Probolinggo Dewi Korina.

Kepala Bidang Organisasi, Komunikasi dan Informasi PMI Kabupaten Probolinggo Soedjono mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya PMI meningkatkan kapasitas relawan agar mampu menjadi narasumber sekaligus meneruskan edukasi kebencanaan kepada masyarakat.

“Teman-teman Tim SIBAT ini dibekali untuk menjadi trainer. Hari ini kegiatannya Training of Trainer bagi Tim SIBAT dari Desa Kedungdalem dan Desa Dringu Kecamatan Dringu,” katanya.

Menurutnya, Desa Kedungdalem dan Desa Dringu dipilih karena memiliki potensi kerawanan bencana, terutama banjir. Kondisi tersebut membuat peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Bagaimanapun juga bencana seperti banjir itu bisa menyasar semua, baik sekolah maupun rumah-rumah masyarakat. Karena itu, mereka dibekali ilmu untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat agar nantinya bisa lebih tanggap terhadap keadaan darurat yang mereka alami,” jelasnya.

Soedjono menjelaskan, pelatihan tidak hanya berfokus pada pengetahuan tentang kebencanaan. Para relawan juga dibekali kemampuan komunikasi agar mampu menyampaikan informasi secara efektif dan mudah dipahami masyarakat.

“Penekanannya adalah teori bagaimana memberikan pengertian kepada masyarakat tentang apa yang harus dilakukan ketika ada bencana. Mereka juga diberikan trik-trik bagaimana meyakinkan masyarakat ketika menjelaskan potensi bahaya dan tindakan yang harus dilakukan,” terangnya.

Lebih lanjut Soedjono menerangkan kemampuan tersebut dinilai penting karena Tim SIBAT nantinya menjadi salah satu penghubung antara PMI dengan masyarakat dalam memberikan edukasi kesiapsiagaan.

“Harapan kami, mereka yang mendapatkan ilmu sekarang ini bisa meneruskannya kepada masyarakat. Tidak hanya di dua desa yang bersangkutan, tetapi bisa meluas, karena bencana dapat dialami siapa saja dan kapan saja,” tegasnya.

Soedjono menambahkan, pengalaman PMI Kabupaten Probolinggo dalam menangani berbagai kejadian bencana menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat. Keterlibatan relawan di lapangan menjadi salah satu kekuatan dalam memberikan respons ketika terjadi kondisi darurat. Peningkatan kapasitas Tim SIBAT diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan masyarakat sekaligus membantu mengurangi risiko dan dampak bencana.

“Keinginan kami, mereka bisa terus melakukan kegiatan dan ilmu yang didapat bisa diteruskan kepada masyarakat, sehingga dampak yang ditimbulkan apabila terjadi bencana dapat diminimalisir,” pungkasnya. (len/ian).

Artikel ini telah dibaca 2 kali

Baca Lainnya

Perubahan APBD 2026 Resmi Disahkan

25 Agustus 2026 - 08:50

Jelang Peringatan Maulid Nabi, Toko Pecah Belah di Pasuruan Diserbu Emak-Emak

24 Agustus 2026 - 18:05

FMJM Jember Siapkan 300-500 Massa ke Jakarta untuk Gerakan “Jaga Jakarta, Jaga Indonesia”

24 Agustus 2026 - 17:21

Gugatan Cerai Dipersoalkan, Warga Jombang Laporkan Advokat ke Polres Jember 

24 Agustus 2026 - 12:29

PT WMS Raih Jamsostek Star Bintang Lima, Bukti Komitmen Lindungi Pekerja

24 Agustus 2026 - 10:00

Pasuruan Darurat Pernikahan Dini

24 Agustus 2026 - 09:43

Trending di Kabar Terkini