Reporter : Kurnia
Editor : Memey Mega
___________________________________Malang (Kabarpas.com) – Risa Nur Amaliya, gadis berusia 13 tahun ini harus menanggung beban cukup berat karena mengalami sakit yang dideritanya sejak masih kecil.
Anak yang tinggal di Jalan Lesanpuro 12 Rt.02 Rw. 05 Kedung Kandang, Kota Malang ini menderita penyakit yang cukup serius, yakni kelainan penyempitan usus besar dan mengharuskannya harus bolak-balik ke Rumah Sakit untuk melakukan perawatan rutin.
Tak tanggung-tanggung dalam perawatannya selama ini telah memakan biaya cukup besar.
Ngaturi, ayah dari Risa mengaku sudah berusaha untuk biaya perobatan Risa. Apalagi tidak ada bantuan dari pemerintah, diakui perawatan Risa cukup memberatkan keluarga.
“Gawe riwa-riwine, bendinoe dan obat-obat, itu asline yo abot. Tapi yok opo maneh mas. Wong anak (untuk mondar-mondir, setiap harinya, obat-obatan ya berat. Tapi gimana lagi namanya anak),” keluh Ngaturi saat ditemui Kabarpas.com biro Malang di rumahnya, Selasa (19/09/2017).
Risa telah menjalani perawatan semenjak SD. Dia sempat bersekolag di SMP Negeri 27 Lesanpuro, namun, karena kondisi yang semakin buruk, orangtua terpaksa memberhentikan sekolahnya saat kelas 8 SMP.
“Kondisinya semakin hari kok semakin turun mas, sering mengeluh sakit diperutnya. Akhirnya karena gak tega, kita suruh berhenti sekolah saja. Biar istirahat dirumah saja,” ungkap ibu Risa, Supaikat.
Ngaturi, menceritakan, dari awal masuk rumah sakit hingga sekarang perawatan belum ada bantuan kepedulian pihak dinas, khususnya Dinas Pendidikan terkait nasib sekolah Risa.
“Selama ini belum ada kepedulian dari pihak dinas manapun khususnya Dinas Pendidikan,” terangnya.
Dengan kondisi sakitnya, Risa mengaku tetap semangat menjalani hidup. Dengan senyum lugunya dia mengakatan jika bertahan dari sakit karena kasihan melihat orangtuanya yang terus bekerja keras untuk pengobatannya.
“Kalau lagi kumat, sakit mas. Tapi kadang saya tahan kasian lihat ibu sama bapak. Langsung kebingungan lihat saya kesakitan,” akunya sambil tertawa.
Ditanya perihal pendidikan, Risa menjelaskan dirinya sangat ingin terus menempuh pendidikan. Tapi karena kondisinya yang terus menurun terpaksa ia harus menghentikan mimpinya.
“Pengen sekolah mbak, kumpul sama teman-teman, ngerjain PR bersama, tapikan kadang sering kambuh sakitnya jadi ya berhenti dulu. Kalau sembuh nanti pengen sekolah lagi,” terang Risa.
Melihat kondisi putrinya, Supaikan dan Ngaturi berharap bantuan dari beberapa pihak agar anaknya bisa terus melakukan perawatan. Ia juga memohon kepada Dinas Pendidikan agar memberikan keringanan untuk anaknya agar bisa terus bersekolah. (kur/mey).

















