Probolinggo, Kabarpas.com – Sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tongas selama ini dinilai telah memberikan pelayanan UGD yang terbaik dalam menangani pasien Covid-19 di Kabupaten Probolinggo.
Atas penilaian tersebut, RSUD Tongas mendapatkan apresiasi dalam bentuk piagam penghargaan dari Lembaga Perlindungan Konsumen Nasional Indonesia (LPKNI) Provinsi Jawa Timur.
Piagam penghargaan tersebut diserahan secara langsung oleh Pimpinan LPKNI Provinsi Jawa Timur Perhatian Marpaung kepada Direktur RSUD Tongas dr. Hariawan Dwi Tamtomo, Sabtu (7/11/2020)
“Jadi Pimpinan LPKNI Jawa Timur ini datang ke RSUD Tongas dan menemui saya dengan tujuan untuk memberikan piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi LPKNI Jawa Timur terkait dengan penanganan pasien Covid-19 di RSUD Tongas,” ujar Direktur RSUD Tongas dr. Hariawan Dwi Tamtomo.
Menurut Hariawan, LPKNI Jawa Timur ini memberikan apresiasi terhadap pelayanan UGD RSUD Tongas dalam menangani pasien Covid-19. Apresiasi diberikan mulai dari pelayanan penerimaan di UGD, respon petugas untuk memberikan penanganan secara emergency yang sangat baik, prosedur yang jalan juga tertata dengan rapi, sarana dan prasarana pendukung untuk penanganan Covid-19.
“Artinya peralatan lengkap dan canggih yang diberikan kepada para pasien di UGD dan ruang perawatan Covid-19. Perawat dianggap profesional, ramah dan responsif terhadap keinginan dan keluhan dari pasien Covid-19,” jelasnya.
Hariawan menerangkan bahwa apresiasi juga diberikan terhadap sarana dan prasarana yang ada. Memang ada beberapa catatan yang harus diperbaiki, tapi hal itu masih wajar. Secara umum kelengkapan sarana prasarana untuk di ruang perawatan sudah cukup baik. Termasuk juga dengan pengobatan.
“Kebetulan pimpinan LPKNI Jawa Timur ini merupakan mantan pasien Covid-19 disini, sehingga dia merasakan mengalami dan melihat sendiri kondisi pelayanan kita seperti apa. Jadi telatennya petugas, perawat dan dokter untuk merawat dan memberikan pengobatan yang terbaik itu juga diapresiasi. Awalnya Pimpinan LPKNI Jawa Timur ini masuk dalam kondisi yang sesak dan demam. Akhirnya berangsur-angsur bisa membaik dan bisa sehat sehingga dinyatakan sembuh untuk bisa pulang,” tutupnya. (Wil/Tin).

















