Panggungrejo (Kabarpas.com) – Demo terkait kasus penistaan agama yang dilakukan oleh gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terus bergulir di berbagai daerah. Kali ini, ratusan massa Front Pembela Islam (FPI) mengeruduk kantor DPRD Kota Pasuruan.
Pantauan Kabarpas.com, ratusan massa FPI ini, tiba di kantor DPRD Kota Pasuruan, dengan mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian setempat. Mereka datang dengan menggunakan mobil, pikap, dan juga sepeda motor.
Dalam aksinya itu, massa yang sebagian besar memakai baju muslim serba putih ini berorasi secara bergantian. Mereka meminta pihak DPRD setempat, untuk segera menyampaikan ke DPR pusat agar tuntutan mereka supaya Ahok segera dihukum itu bisa segera terlaksana.
“Kami datang ke sini, hanya ingin melakukan aksi damai sekaligus menyampaikan sikap. Agar Polri dan pemerintah menegakkan hukum terhadap Ahok, yang sudah terbukti melakukan penghinaan terhadap Alquran dan Islam,” kata Mukhammad Nawawi, Wakil Korlap demo FPI tersebut, saat ditemui Kabarpas.com, di sela-sela demo di Kantor DPRD Kota Pasuruan, Jumat (28/10/2016).
Mereka mengancam akan datang ke Jakarta dengan membawa massa yang lebih besar lagi. Ancaman bakal direalisasikan apabila tuntutan tidak segera ditindak lanjuti oleh Polri maupun pemerintah.
“Kalau sampai tanggal 2 November nanti, Ahok ternyata masih belum dihukum, jangan salahkan kami datang ke Jakarta dengan massa lebih banyak,” ucapnya sembari membaca kalimat takbir dengan cukup keras.
Seusai melakukan orasi, perwakilan dari mereka langsung masuk ke dalam kantor DPRD Kota Pasuruan tersebut, untuk meminta ditemui anggota dewan. Namun, sayangnya tidak ada satu pun anggota dewan yang bisa ditemui FPI lantaran mereka sedang reses di luar kota. Sehingga perwakilan dari massa FPI ini hanya ditemui dengan Sekwan DPRD Kota Pasuruan. (ajo/gus).

















