Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 28 Jul 2025

Bupati Fawait Promosikan Watu Ulo dan Soroti Ketahanan Pangan Lewat Peternakan


Bupati Fawait Promosikan Watu Ulo dan Soroti Ketahanan Pangan Lewat Peternakan Perbesar

Senin, 28 Juli 2025 – 14.03 | 737 kali dilihat

Jember, Kabarpas.com – Hari kedua kegiatan Bunga Desaku di Kecamatan Ambulu dimulai dengan rangkaian acara pelayanan kesehatan hewan terpadu (Yankeswandu), senam bersama bertajuk “Indonesia Hebat”, serta sarapan bergizi. Kegiatan dipusatkan di kawasan wisata Watu Ulo, yang juga menjadi bagian dari upaya promosi destinasi wisata lokal.

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, terhadap pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata serta mendukung ketahanan pangan.

“Di Kecamatan Ambulu, kita mulai hari ini dengan senam bersama anak-anak sekolah sekaligus menunjukkan bahwa Watu Ulo adalah ikon pariwisata yang potensial. Kita juga mengajak mereka untuk turut menjaga kebersihan dengan aksi pungut sampah, karena menjaga wisata bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi kita semua,” ujar Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti pentingnya pembangunan ketahanan pangan melalui sektor peternakan. Ia menegaskan bahwa Jember harus siap menghadapi kebutuhan pangan yang semakin meningkat, termasuk untuk mendukung program MBG (Makan Bergizi Gratis) yang akan dihadirkan di ratusan dapur umum.

“Saya sudah berdiskusi dengan Pak Sekda dan Kepala Dinas Peternakan bahwa ke depan perlu ada pengembangan desa tematik, seperti desa sapi atau desa kambing agar kita bisa menciptakan sentra-sentra ketahanan pangan lokal. Tapi kita mulai dulu dengan mendata populasi sapi di Jember agar kebijakan kita tepat sasaran,” tegasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Jember, Ir. Widodo Julianto, dalam laporannya menyampaikan bahwa populasi ternak di Kabupaten Jember masih besar, namun sempat mengalami penurunan akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang melanda beberapa waktu lalu.

“Dari sekitar 500 ribu populasi sapi, kami memperkirakan ada penurunan sekitar 30 persen akibat PMK. Untuk itu, kita dorong percepatan kebuntingan melalui dua metode utama, yaitu Inseminasi Buatan (IB) dan Transfer Embrio (TE), seperti yang tadi juga dilakukan Bupati secara simbolis di lapangan,” ujar Widodo.

Lebih lanjut, Widodo menjelaskan bahwa salah satu kendala di lapangan adalah keterbatasan SDM paramedik dan dokter hewan. Saat ini, hanya terdapat sekitar 100 petugas untuk melayani kebutuhan di 31 kecamatan. Ia berharap ke depan akan ada penambahan tenaga ahli untuk mendukung layanan peternakan yang lebih optimal.

Terkait program vaksinasi untuk pencegahan PMK, Kepala Dinas menyebutkan bahwa hingga saat ini baru sekitar 50% ternak yang telah divaksin. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan petugas di lapangan serta kekhawatiran sebagian peternak akibat trauma pasca wabah PMK. “Edukasi kepada peternak sangat penting. Kami terus sosialisasikan bahwa vaksinasi tidak membuat ternak sakit, justru memperkuat daya tahan mereka terhadap penyakit,” jelasnya. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Touring Kemerdekaan? Ingat 5P untuk Tetap #Cari_Aman

14 Agustus 2026 - 14:01

Polda Jatim Tetapkan 7 Tersangka Aksi Pengeroyokan dan Perusakan Mobil Polisi di Pasuruan

14 Agustus 2026 - 13:49

Dari Pidato Presiden, Fawait Tekankan Pertumbuhan Ekonomi Harus Inklusif 

14 Agustus 2026 - 12:51

KDMP Jatimulyo Bersinggungan dengan Rumah Warga, DPRD Jember Minta Stakeholder Duduk Bersama

13 Agustus 2026 - 21:03

Pastikan Kesehatan Anak Sejak Dini, Pemkot Pasuruan Targetkan CKG 100 Persen

13 Agustus 2026 - 15:01

Muktamar 2026: Jika KH. Hasyim Asy’ari Masih Hidup, Apa Pesan Beliau kepada Calon Ketum PBNU?

13 Agustus 2026 - 14:41

Trending di Kabar Terkini