Pasuruan, Kabarpas.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 189 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berupaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui program pengabdian di Desa Kejapanan. Fokus utama program ini diarahkan pada pengembangan dan pelatihan manajemen operasional Cafe Lumbung Nusantara agar dapat dikelola secara berkelanjutan oleh warga setempat.
Langkah tersebut diambil untuk menyelaraskan visi dengan Pemerintah Desa Kejapanan dalam mendongkrak daya tarik desa serta memperluas potensi wisata lokal. Cafe Lumbung Nusantara, yang sebelumnya sempat dirintis oleh program KKN terdahulu, kini ditingkatkan fasilitas dan kapasitas sumber daya manusianya agar tidak terus bergantung pada mahasiswa saat masa pengabdian telah berakhir.
Guna menarik minat pengunjung dari dalam maupun luar desa, mahasiswa KKN Kelompok 189 melakukan berbagai inovasi fisik dan operasional. Area kafe dipercantik melalui penataan estetika ruang dengan memasang kaca cembung, instalasi lampu warna-warni, serta lampu sorot. Selain itu, mereka juga mengintegrasikan wahana budidaya lele sebagai sarana atraksi pancingan, sembari mendampingi pengelolaan teknis di pos barista, dapur (kitchen), hingga pembukuan keuangan.
Tak hanya fokus pada pembenahan fasilitas, mahasiswa KKN UMM turut menggelar pelatihan intensif bagi warga desa mengenai manajemen kafe mandiri. Materi yang diberikan mencakup pengenalan alat dan bahan baku, standar takaran penyajian, hingga kalkulasi harga pokok penjualan serta penentuan margin keuntungan secara sistematis.
Warga setempat menyambut pelatihan tersebut dengan antusias, terutama saat mempelajari aspek perhitungan bisnis dan teknik dasar barista. Melalui transfer pengetahuan dan keterampilan ini, Cafe Lumbung Nusantara diharapkan mampu bertransformasi menjadi destinasi unggulan di Desa Kejapanan yang mandiri, berdaya saing, serta berdampak nyata bagi peningkatan ekonomi warga sekitar. (***/ian).

















