Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 26 Agu 2026

Mubes Warga NU 2026 Ikut Kawal Integritas dan Kualitas Muktamar


Mubes Warga NU 2026 Ikut Kawal Integritas dan Kualitas Muktamar Perbesar

Jombang, Kabarpas.com – Mengantisipasi minimnya ide dan gagasan bagi gerakan keagamaan dan kemasyarakatan NU dalam sesi persidangan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang, sejumlah pemerhati, aktivis NU dan pendamping warga menggelar Musyawarah Besar atau Mubes Warga NU 2026, Jumat (28/8) pagi hingga sore bertempat di Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim, Seblak, Jombang, tidak jauh dari makam Hadratus Syekh Hasyim Asy’ary, Tebuireng. Akan hadir beberapa tokoh sebagai pemantik diskusi, di antaranya Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, KH. Mustofa Bisri, KH. Umar Wahid, Prof. Mahfud MD, Lukman Hakim Saifuddin, dan sejumlah nama termasuk Alissa Wahid sebagai inisiator Mubes. Mubes terbuka untuk umum dengan terlebih dahulu mendaftar melalui link digital yang disediakan panitia: https://s.id/mubes2026

Maya Dina, panitia pengarah Mubes, mengatakan sebagai forum warga, permusyawaratan ini digelar dari kesadaran akan tantangan NU di abad kedua yang semakin kompleks, berupa perubahan sosial, ekonomi dan teknologi, ketimpangan, krisis lingkungan, persoalan demokrasi, hingga kebutuhan warga yang terus berkembang menuntut NU untuk terus memperkuat orientasi khidmahnya. “Muktamar NU harus memperluas ruang percakapan dan gagasan tentang masa depan NU, tidak hanya terjebak pada kontrstasi siapa yang akan memimpin, tetapi tentang NU seperti apa yang ingin dibangun pada abad kedua dan bagaimana kebesaran NU dapat semakin dirasakan manfaatnya oleh jamaah dan masyarakat yang berjumlah lebih dari 140 juta,” paparnya.

Maya menegaskan Mubes akan menjadi forum warga yang dimaksudkan untuk memperluas partisipasi dalam membicarakan masa depan NU. Forum ini bukan bagian dari mekanisme formal Muktamar dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan kewenangan struktur organisasi NU. “Mubes juga tidak diarahkan untuk mendukung atau menolak kandidat tertentu, melainkan berfokus pada agenda, nilai, tata kelola, kemandirian, dan masa depan NU,” tegasnya.

Mubes akan mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem NU, mulai dari kiai, nyai dan pengasuh pesantren, warga NU dari berbagai daerah, pengurus NU, perempuan dan generasi muda, akademisi, profesional, pelaku ekonomi, penggerak komunitas, aktivis sosial dan lingkungan, pekerja media, seniman, budayawan, hingga kelompok rentan dan kelompok masyarakat yang memiliki pengalaman langsung dengan berbagai persoalan yang dibahas. “Keragaman peserta tersebut diharapkan membuat Mubes benar-benar menjadi ruang bagi warga NU sebagai subjek untuk menyampaikan pengalaman, kegelisahan, kritik, dan gagasan tentang masa depan jam’iyah,” ricinya.

Forum akan berlangsung melalui sesi pleno dan tiga diskusi kelompok, yakni kemandirian NU dan demokrasi, integritas organisasi, dan penguatan peran warga dalam kehidupan NU. Mubes diharapkan menghasilkan Deklarasi Warga NU untuk Abad Kedua, rekomendasi kepada Muktamar ke-35 dan kepengurusan NU periode berikutnya, prinsip mengenai kemandirian dan kemaslahatan NU, serta agenda penguatan partisipasi warga. “Selain itu, Mubes diharapkan melahirkan agenda prioritas khidmah NU di bidang yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat, seperti ekonomi warga, pendidikan, kesehatan, perlindungan perempuan dan anak, lingkungan hidup, serta keberpihakan kepada kelompok miskin dan terpinggirkan,” lanjutnya.

Maya mengingatkan para muktamirin dan delegasi resmi Muktamar, masa depan NU tidak hanya ditentukan oleh pengurus organisasi. NU juga hidup melalui jutaan warga yang setiap hari menghidupkan nilai-nilai NU di pesantren, madrasah, kampung, tempat kerja, komunitas, dan berbagai ruang kehidupan masyarakat. Karena itu, pertanyaan yang hendak dibawa dalam Mubes bukan siapa yang akan memimpin NU, tetapi NU seperti apa yang hendak dibangun pada abad kedua, dan untuk siapa kebesaran NU itu diabdikan. “Keputusan gagasan hasil Mubes akan kami sampaikan kepada publik dan muktamarin pada Jumat sore, dengan harapan bisa diakomodasi dan diadaptasi memperkaya substansi keputusan sidang komisi program, organisasi atau rekomendasi Muktamar pada hari Sabtu besoknya,” harap Maya. (rls/ian).

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Diduga Ada “Main Mata” dalam Pembagian Anggaran Iklan Jawara DPRD Pasuruan

9 September 2026 - 16:10

Tapal Kuda Youth Summit 2026: Aliansi BEM Pasuruan Raya dan Korda Tapal Kuda Serukan Pengawalan Isu HAM

9 September 2026 - 12:47

PAN Klaim Jadi “Partai Anak Nahdliyin”, Ansor Kota Pasuruan: Jangan Cuma Datang Saat Butuh Suara!

8 September 2026 - 18:14

Gus Kikin Janji Takkan Lupakan PWNU Jatim

8 September 2026 - 16:03

SOUND HOREG: Ketika Hiburan, Ekonomi, dan Hak Warga Bertabrakan

8 September 2026 - 12:47

Audi Nuvolari, Supercar 1.001 PS yang Menandai Arah Baru Teknologi dan Desain Audi

8 September 2026 - 12:36

Trending di Kabar Otomotif