Reporter: Khamim
Editor: Agus Hariyanto
____________________________________________________________
Panggungrejo (Kabarpas.com) – Megaproyek Sistem Penyedia Air Minum (SPAM) Umbulan di Desa Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, dengan nilai investasi sebesar Rp 4,51 trilyun, akan dimulai akhir Maret atau April nanti. Namun, terkait keberadaan SPAM Umbulan itu, Bupati Pasuruan, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, untuk tidak mengeluarkan ijin tambang di sekitar Umbulan.
“Saya menolak untuk menandatangani rekomendasi ijin usaha tambang yang ada di sekitar lokasi Umbulan. Saya sampaikan kepada Pemprov Jatim, agar tidak memberikan ijin usaha tambang,” tandas Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf seusai menerima tim Proyek SPAM Umbulan.
Bupati yang akrab disapa Gus Irsyad ini mengatakan, keberadaan tambang yang saat ini ada di sekitar sumber air Umbulan, dianggapnya sudah lebih dari cukup. Karena keberadaan tambang itu, dikhawatirkan merusak kondisi lingkungan di sekitar sumber air. Apalagi saat ini debit air Umbulan terus menyusut, dari 6.000 liter/detik menjadi 3.200-3.500 liter/detik.
“Menurut saya itu sudah cukup dan saya sepakat daerah-daerah seperti itu (Umbulan), tidak dieksplorasi untuk tambang. Apa dikira saya senang tanda tangani rekomendasi tambang. Saya pernah emoh (enggan) tandatangani rekomendasi, tapi pemprov justru menyurati saya terus,” ujar Gus Irsyad kepada Kabarpas.com.
Proyek SPAM Umbulan yang sempat tertunda selama 43 tahun, akhirnya akan segera dilakukan pada 2017 ini. Rencananya, proyek SPAM Umbulan akan dimulai akhir Maret atau awal April mendatang dan ditargetkan, pengerjaan proyek selesai pada 2019 nanti.
Untuk diketahui, SPAM Umbulan akan didistribusikan sebanyak 4.000 liter/detik untuk lima daerah di Jawa Timur, yakni Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Kabupaten dan Kota Pasuruan.
“Kalau terkait pengerjaan Proyek SPAM Umbulan itu, saya meminta kepada tim pelaksana untuk melakukan sosialisasi lebih dulu ke masyarakat. Selain itu, kewajiban-kewajiban pelaksana, seperti perijinan harus diselesaikan,” ucap Gus Irsyad.
Selain itu, Gus Irsyad juga meminta kepada tim pelaksana Proyek SPAM Umbulan, baik dari Perusahaan Daerah Air Bersih (PDAB) Jatim maupun PT Medco Energi selaku pemenang tender, diminta untuk memahami berbagai masalah yang ada di masyarakat sekitar Umbulan. Masalah itu, kerusakan jalan, keberadaan tambang serta kondisi masyarakat saat musim kemarau yang justru sering krisis air bersih.
“Karenanya, komitmen yang sudah dibuat dengan masyarakat, berupa pemenuhan air bersih dengan peningkatan kapasitas pipa yang sudah terpasang dan pembuatan kolam renang pengganti, harus dipenuhi. Termasuk juga konservasi lingkungan dengan penanaman pohon di catchmen area (daerah tangkapan air) Umbulan yang berada di Kawasan Pegunungan Bromo,” pungkasnya. (mim/gus).

















