Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 29 Jul 2020

Bupati Pasuruan Wajibkan Kepala OPD Bentuk Satgas Penanganan Covid-19


Bupati Pasuruan Wajibkan Kepala OPD Bentuk Satgas Penanganan Covid-19 Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com –  Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mewajibkan seluruh Kepala OPD (organisasi perangkat daerah) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan untuk membentuk Satgas Penanganan Covid-19.

Bupati Irsyad menegaskan bahwa setiap dinas/badan/kantor harus memiliki Satgas yang ditunjuk untuk mengecek kondisi kesehatan seluruh pegawai pada saat masuk maupun saat meninggalkan pekerjaan. Dan apabila ditemukan karyawan dengan kondisi kesehatan menurun, maka harus segera dilaporkan ke pimpinannya.

“Semua OPD harus punya satgas yang ditunjuk secara tetap atau bergantian. Tugasnya mengecek kondisi kesehatan. Datang harus dicek suhu badannya. Kemudian dicatat dan dilaporkan setiap harinya,” katanya.

Dijelaskannya, pembentukan Satgas sudah berjalan sejak H+1 pasca meninggalnya dua karyawan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) maupun Bagian Umum Setda Kabupaten Pasuruan. Setelah dibentuk, Irsyad meminta semua pimpinan OPD agar menginventarisis laporan tersebut. Khususnya karyawan yang sedang sakit atau memiliki penyakit penyerta alias komorbit.

“Saya minta seluruh Kepala OPD harus tahu kondisi kesehatan stafnya. Begitu pula stafnya, juga harus jujur untuk menyampaikan kalau punya komorbit. Ini penting sekali, supaya kita juga cepat melakukan Tindakan,” terangnya.

Di sisi lain, selain membentuk Satgas Penanganan Covid-19, Pemkab Pasuruan juga telah melakukan tracing dan tracking terhadap kontak erat. Bahkan, selama dua hari berturut-turut, yakni 28-29 Juli 2020, ratusan pegawai yang merupakan kontak erat dari kedua pasien meninggal tersebut, dirapid secara massal. Dan hasilnya, terdapat 9 orang yang dinyatakan Reactive, sedangkan ratusan pegawai lainnya dinyatakan non reactive.

Menurut Irsyad, untuk pegawai yang hasil rapidnya reactive maka diminta untuk menjalani isolasi mandiri di rumah dengan pengawasan ketat. Sedangkan untuk pegawai yang hasil rapidnya non reactive, tetap bekerja seperti biasa, namun harus terus berhati-hati dan wajib melaksanakan protocol kesehatan.

“Untuk yang reaktif wajib isolasi di rumah dan akan diawasi oleh petugas kesehatanuntuk nantinya mengikuti swab test. Sedangkan yang nonreaktif bekerja seperti biasa, namun tetap dengan kehati-hatian,” tegasnya.

Lebih lanjut Irsyad menjelaskan, sampai saat ini Pemkab Pasuruan masih memberlakukan WFH (work from home) sebanyak 50 persen. Untuk setiap pegawai yang masuk kerja, wajib memakai masker, rajin mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, hingga memperhatikan sirkulasi udara di tempat kerja.

“Tetap masuk tapi 50 persen, agar pelayanan ke masyarakat tetap bisa dilakukan. Namun, tetap dengan menegakkan protocol kesehatan. Satu lagi yang penting adalah menjaga sirkulasi udara. Kalau bisa, pas pagi hari jangan pakai AC. Kalaupun pakai, jendela harus dibuka,” ujarnya

Sementara itu, saat disinggung perihal dua ASN yang meninggal dunia dengan status terkonfirmasi Covid-19, orang nomor satu di Kabupaten Pasuruan itu menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya. Oleh karenanya, Irsyad mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga dan mendoakan yang terbaik bagi almarhum.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Pasuruan, saya ikut berbela sungkawa. Mudah-mudahan segala amal ibadah almarhum diterima oleh Allah SWT. Dan untuk keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini,” pungkasnya. (ajo/gus).

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

HUT ke-81 RI di Kota Pasuruan, Dari Remisi hingga Beri Hadiah untuk Bayi yang Lahir 17 Agustus

17 Agustus 2026 - 16:12

74 Paskibraka Kota Pasuruan Dikukuhkan

16 Agustus 2026 - 07:48

Wali Kota Pasuruan Serahkan Bansos RTLH, Dorong Terwujudnya Rumah Sehat dan Layak Huni

13 Agustus 2026 - 09:43

Ratusan Pelajar SMP di Kota Pasuruan Meriahkan Lomba Dolanan Tradisional 

1 Agustus 2026 - 18:54

Ratusan Siswa Baru Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan Ikuti MPLS, Wali Kota Tekankan Sekolah Ramah Tanpa Bullying

1 Agustus 2026 - 13:53

Sinergi Penguatan Kesejahteraan Keluarga: TP PKK Jatim Lakukan Monitoring dan Pembinaan 10 Program Pokok PKK di Kota Pasuruan

24 Juli 2026 - 20:25

Trending di Berita Pasuruan