Pasuruan, Kabarpas.com – Wali Kota Pasuruan, Adi Wibowo (Mas Adi), secara resmi membuka Lomba Dolanan Anak Tradisional Kota Pasuruan Tingkat SMP yang digelar di Lapangan Krampyangan, Sabtu (1/8). Kegiatan ini diikuti siswa SMP se-Kota Pasuruan sebagai upaya melestarikan permainan tradisional di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Pasuruan, Sekretaris Daerah, Wakil Ketua TP PKK Kota Pasuruan, serta kepala perangkat daerah.
Dalam sambutannya, Mas Adi menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal kembali permainan tradisional yang kini mulai jarang dimainkan karena tergeser oleh permainan berbasis teknologi.
“Pada kesempatan pagi hari ini, seluruh siswa SMP se-Kota Pasuruan difasilitasi mengikuti lomba dolanan anak tradisional. Permainan seperti ini mungkin sudah tidak begitu familiar bagi anak-anak masa kini karena mereka lebih banyak disibukkan dengan permainan berbasis teknologi, terutama game,” ujarnya.
Menurutnya, Pemerintah Kota Pasuruan berkomitmen untuk terus nguri-uri budaya dengan melestarikan permainan tradisional yang diwariskan para leluhur. Ia menegaskan bahwa dolanan tradisional bukan sekadar permainan, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang penting bagi pembentukan karakter generasi muda.
“Dolanan tradisional memiliki banyak nilai, seperti membangun kebersamaan, kerja sama, tenggang rasa, dan interaksi sosial. Nilai-nilai inilah yang harus kita pertahankan agar tidak hilang di tengah kemajuan teknologi dan derasnya budaya luar yang masuk ke lingkungan kita,” tambahnya.
Mas Adi juga berharap kegiatan serupa nantinya dapat melibatkan siswa sekolah dasar sehingga semakin banyak anak-anak yang mengenal dan mencintai permainan tradisional. Selain menjadi warisan budaya, dolanan tradisional dinilai berpotensi menjadi daya tarik wisata budaya Kota Pasuruan.
“Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan atau wisata budaya, tetapi juga sarana membangun karakter anak melalui kebersamaan dan kerja sama. Berbeda dengan bermain game yang cenderung minim interaksi sosial, dolanan tradisional menghadirkan ruang untuk saling berkomunikasi dan berkolaborasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, lomba ini juga menjadi momentum bagi para siswa SMP dari berbagai sekolah untuk saling bersilaturahmi, berkenalan, dan mempererat persaudaraan. (ajo/ian).

















