Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 31 Agu 2017

Bupati Tantri Buka Workshop Managemen BLUD RSUD Waluyo Jati


Bupati Tantri Buka Workshop Managemen BLUD RSUD Waluyo Jati Perbesar

Reporter : Dimaz Zidan
Editor : Putra
__________________________________

Probolinggo (Kabarpas.com) – Pelayanan kesehatan yang memadai terhadap masyarakat Kabupaten Probolinggo adalah salah satu amanat rakyat kepada Bupati Probolinggo. Rumah Sakit Umum Daerah Waluyo Jati Kraksaan sebagai pelaksana amanat tersebut harus mampu menciptakan budaya dan semangat kerja yang baik.

Hal itu ditegaskan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari, saat membuka secara resmi Workshop Managemen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Waluyo Jati Kraksaan di Aula Paiton Resort Hotel.

Workshop yang baru kali pertama ini akan dilaksanakan selama dua hari ke depan dan diikuti oleh segenap unsur pimpinan, segenap unsur manajemen dari atas sampai bawah dan tenaga fungsional pada RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Di awal sambutannya Bupati Tantri menuturkan bahwa adanya penempatan beberapa personil penting pada RSUD Waluyo Jati Kraksaan merupakan ikhtiar Bupati sebagai bentuk upaya membawa RSUD Waluyo Jati ke arah yang lebih maju. “Perlu disadari dan menjadi renungan bersama bahwa hakekat dari amanat tersebut utamanya dalam hal pelayanan kesehatan memadai di Kabupaten Probolinggo,” ungkapnya.

Bupati Tantri menegaskan bahwa hasil dari workshop khusus yang diberikan kepada mereka ini agar kemudian untuk diterapkan di segala lini di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. “Tidak hanya direktur dan unsur manajemen saja, keluarga besar RSUD dari level tukang masak, kebersihan dan Satpol PP nantinya harus satu misi untuk bagaimana menciptakan budaya kerja yang produktif dan cerdas,” tegasnya.

Dengan adanya pemahaman bersama terhadap misi dan visi jelas Bupati Tantri, maka akan merubah paradigma pada setiap ikhtiar nantinya dan akan menghasilkan kinerja yang optimal pada manajemen, pelayanan maupun instalasi yang dimiliki RSUD Waluyo Jati Kraksaan.

Lebih lanjut Bupati Tantri mengharapkan dengan adanya pemahaman searah terhadap visi misi Bupati akan tercipta kerjasama yang baik antar lini di RSUD Waluyo Jati Kraksaan. Menurutnya tidak akan maksimal hasil kerja suatu instansi manakala tidak ada saling support satu sama lain di dalamnya.

“Jika paradigma dan cara berpikir kita bisa seperti itu niscaya target kinerja akan terlampaui dan tercipta managerial yang lebih baik pada tubuh RSUD Waluyo Jati, sehingga akan membawa rumah sakit terbesar di Kabupaten Probolinggo ini menuju tingkat yang lebih baik yakni rumah sakit tipe B,” tandasnya.

Sementara Direktur RSUD Waluyo Jati Kraksaan dr. Endang Astuti menambahkan bahwa tujuan utama workshop ini agar ada pemahaman yang tepat terhadap kinerja di masing-masing lini di lingkungan kerja RSUD Waluyo Jati Kraksaan. “Arahan dan bimbingan narasumber yang kompeten di bidang BLUD ini, tentu akan menjadi inspirasi tersendiri bagi kami,” katanya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo ini berharap pelayanan terhadap pasien ke depannya akan lebih bermutu dan pasien lebih tersenyum lagi. “Jadi nantinya pilihan masyarakat satu-satunya jika sakit hanya memilih RSUD Waluyo Jati Kraksaan,” tegasnya. (zid/put).

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA