Reporter: Hari Kurniawan
Editor: Agus Hariyanto
___________________________________________
Leces (Kabarpas.com) – Pencanangan layanan pendidikan inklusif oleh Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari pada tahun 2015 lalu, membuat setiap lembaga berupaya menciptakan inovasi dan ide-idenya. Semua itu dilakukan dalam rangka mensukseskan program pendidikan inklusif bagi para Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Salah satu inovasi layanan pendidikan inklusif berhasil digagas di SDN Sumber Kedawung IV Kecamatan Leces. Dimana sekolah ini mampu membuat inovasi pembelajaran bagi ABK dengan metode Sibukatup (Sistem Buka Tutup).
GPK (Guru Pembimbing Khusus) di SDN Sumber Kedawung IV Toni Sukmono menyampaikan bahwa metode Sibukatup ini dibuat untuk merangsang emosional peserta didik pada pembelajaran anak-anak inklusi di lembaganya.
“Secara konseptual, pendidikan inklusif diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan secara universal atas hak-hak anak untuk mendapatkan layanan pendidikan,” katanya kepada Kabarpas.com.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Dispendik) Kecamatan Leces, Massajo memberikan apresiasi terhadap metode Sibukatup ini dalam rangka peningkatan pelayanan pendidikan inklusif bagi para ABK.
“Metode ini merupakan terobosan baru yang menjadi model dan inovasi layanan pendidikan inklusif di Kecamatan Leces,” ujarnya kepada Kabarpas.com.
Menurut Massajo, metode ini bertujuan agar lembaga pendidikan yang ada di Kecamatan Leces dapat menampung semua anak usia sekolah tanpa harus membeda-bedakan latar belakang dan kondisi peserta didik. Metode ini digagas agar anak-anak ABK dapat tumbuh kembang dan hidup bersama tanpa merasakan perbedaan dan termarjinalkan.
“Kebijakan Bupati Probolinggo melalui Dinas Pendidikan telah memberikan fasilitas dan kemudahan termasuk diklat-diklat bagi guru-guru dan lembaga yang menyelenggarakan pendidikan inklusif,” jelasnya kepada Kabarpas.com.
Massajo mengharapkan agar semua lembaga pendidikan yang ada di Kecamatan Leces siap menerima dan menyambut dengan ramah dan senyum bagi siswa ABK.
“Demikian pula para orang tua dan masyarakat di Kecamatan Leces diharap welcome dan mendukung sepenuhnya atas kebijakan Ibu Bupati yang sangat mulia, khususnya kepada anak-anak inklusif,” pungkasnya. (har/gus).

















