Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 4 Mar 2017

Cegah Abrasi Pantai, DLH Kabupaten Probolinggo Tanam 5.000 Mangrove di Pesisir Pantai Jabungsisir


Cegah Abrasi Pantai, DLH Kabupaten Probolinggo Tanam 5.000 Mangrove di Pesisir Pantai Jabungsisir Perbesar

Reporter: Hari Kurniawan

Editor: Titin Sukmawati

____________________________________________________________

Paiton (Kabarpas.com) –  Dalam rangka mencegah terjadinya abrasi pantai, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan CSR PG Padjarakan dan Mangrove Center Paiton melakukan penanaman 5000 pohon mangrove di pesisir pantai Desa Jabungsisir, Kecamatan Paiton.

Penanaman mangrove jenis rhizophora apiculata (tinjang) ini melibatkan jajaran anggota Koramil Paiton, siswa dan siswi SDN Krucil 1 Kecamatan Krucil serta masyarakat setempat yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Brantas Laut.

Kasi Pengendalian Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Probolinggo Sugeng Hariyono mengungkapkan tanaman mangrove mempunyai banyak fungsi. Diantaranya ekologi untuk mencegah abrasi pantai, intrusi air laut ke daratan dan penyerap karbon.

“Selain itu biologi untuk tempat perkembangan biota laut dan sumber-sumber makanan bagi spesies di lingkungan sekitarnya. Serta ekonomi untuk tempat rekreasi dan wisata sekaligus pewarna alami batik,” katanya kepada Kabarpas.com.

Dengan adanya kegiatan ini Sugeng mengharapkan nantinya dapat mengetahui manfaat tentang pentingnya perlindungan ekosistem kawasan pesisir khususnya hutan mangrove, sehingga diharapkan dapat saling menjaga keberadaannya.

“Dengan terpeliharanya kawasan hutan mangrove, tentunya dapat mencegah abrasi pantai yang lebih luas. Karena hutan mangrove dapat mencegah serta menahan arus dan gelombang laut yang kuat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian dan Penataan Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Probolinggo Hendri Priyanto menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting sebagai bentuk pengendalian dan pelestarian lingkungan.

“Panjang pantai di Kabupaten Probolinggo mencapai 60 km dari Tongas hingga Paiton. Tidak menutup kemungkinan kalau tidak memelihara dengan baik akan menimbulkan dampak kerusakan lingkungan yang merugikan masyarakat,” ungkapnya kepada Kabarpas.com.

Sedangkan Manager Pengolahan PG Padjarakan Sastradi Nugroho menegaskan bahwa PG Padjarakan selama ini memang mempunyai komitmen yang tinggi untuk selalu mendukung setiap kegiatan penghijauan.

“Setiap kegiatan yang bertujuan untuk menjaga lingkungan hidup, kami selalu berpartisipasi secara langsung. Semoga kegiatan ini bisa terus kita jaga dengan baik,” pungkasnya. (har/tin).

Artikel ini telah dibaca 59 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA