Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 22 Okt 2020

Dampak Panas Menyengat, Warga Kota Probolinggo Iseng Menggoreng Telur di Bawah Matahari


Dampak Panas Menyengat, Warga Kota Probolinggo Iseng Menggoreng Telur di Bawah Matahari Perbesar

Reporter : Moch Wildanov

Editor : Agus Hariyanto

 

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Dampak panas menyengat, membuat warga Kelurahan Tisnogeran, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, melakukan aksi menggoreng terlur di bawah terik matahari. Sebelumnya mereka terlebih dahulu menjemur penggorengan kosong di tanah lapang selama puluhan menit, kemudian telur tersebut mereka taruh di penggorengan. Setelah ditunggu beberapa saat telur tersebut lama kelamaan berubah menjadi setengah matang.

Kondisi telur setengah matang tersebut setelah ditunggu sekitar 15 menit, kondisinya tidak berubah (setengah matang) akhirnya telur tersebut diambil, untuk digoreng lagi.

Salah satu warga bernama Anggraini (22) menjelaskan, tidak sengaja melakukan aksi tersebut, dan berawal dari cuaca panas yang menyengat yang terjadi di rumahnya.

“Tidak sengaja iseng, ternyata telurnya setengah matang. Saya jemur sekitar setengah jam, “ ujar Anggraini kepada wartawan Kabarpas.com biro Probolinggo. Kamis (22/10/2020)

Sementara itu, Kepala pelaksana BPBD Kota Probolinggo, Sugito Prasetyo, saat dikonfirmasi menjelaskan, aksi warga tersebut BPBD belum bisa menjadikan pihaknya memberi keterangan, sebab menurutnya aksi tersebut harus dilakukan uji terlebih dahulu.

“Harus dilakukan uji terlebih dahulu, untuk memastikan. Yang jelas saat ini udara di Kota Probolinggo mencapai 34 – 35 derajat Celsius, itu merupakan suhu di atas normal yang biasanya hanya berkisar 23 hingga 28 derajat celsius saja. Suhu panas tersebut diakibatkan dampak dari badai Lalina,” katanya kepada Kabarpas.com.

“Masyarakat harus selalu menjaga stamina dan menjaga kebutuhan air putih agar tidak dehidrasi, apalagi sekarang masa Pandemi – Covid-19,“ tambahnya.

Sugito juga berpesan, masyarakat yang membakar sampah hendaknya berhati-hati, karena angin gending yang masih berlangsung rentan terjadi kebakaran, dan dampak badai Lalina ini juga berimbas akan terjadinya curah hujan yang tinggi, oleh sebab itu masyarakat dihimbau selalu menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan.

“Masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah tidak sembarangan antisipasi genangan banjir bila turun hujan nanti,” pungkasnya. (wil/gus).

Artikel ini telah dibaca 43 kali

Baca Lainnya

Rutan Kraksaan Gandeng TNI-Polri Razia Blok Wanita Bebas Narkoba

11 Mei 2026 - 07:50

Groundbreaking Hotel Azana Style Probolinggo, Dorong Pertumbuhan Investasi dan Sektor Pariwisata

11 Mei 2026 - 07:41

Perbaikan Jalur Longsor Tiris Direncanakan Awal 2027, Tokoh Masyarakat Swadaya Bangun Jalur Alternatif

9 Mei 2026 - 20:24

Penggiat Pertanian Organik Banyuanyar Dilatih Perbaiki Tanah Ramah Lingkungan

7 Mei 2026 - 13:18

DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Matangkan Sekber Sekolah Ramah Anak

7 Mei 2026 - 13:14

SPPG Pondokkelor 2 Gelar Baksos Door to Door Bagi Warga Kurang Mampu

3 Mei 2026 - 16:02

Trending di Kabar Probolinggo