Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas ยท 24 Agu 2017

Dekati Idul Adha, Sapi Bali Jadi Primadona


Dekati Idul Adha, Sapi Bali Jadi Primadona Perbesar

Reporter : Hari Purnomo

Editor : Memey mega


Banyuwangi, (Kabarpas.com) – Jelang Hari Raya Idul Adha 1438H, sapi ras Bali menjadi primadona untuk hewan qurban. Tak ayal, pengiriman sapi dari Bali ke Jawa meningkat. Tak hanya itu, pengiriman Sapi Bali juga sampai ke Kalimantan dan Sumatra. Total sekitar 50 ribu ekor Sapi Bali dikirim via laut melalui Pelabuhan Ketapang.

“Mencapai 50 ribu ekor. Beberapa sapi memang kita datangkan dan kita kirim ke beberapa kota. Batam, Pekanbaru, Lampung, Jakarta dan Kalimantan. Permintaan banyak,” ujar Muhamad Hadi, Distributor Sapi Bali asal Banyuwangi, kepada wartawan, Kamis (24/8).

Banyaknya permintaan ini, kata Hadi lantaran sapi yang berciri kulit coklat agak kehitaman lebih murah dibandingkan dengan sapi jenis lainnya. Dengan bobot 375 kilogram, Sapi Bali dibandrol harga antara Rp 17 juta pada momen qurban ini. Harga Sapi Bali meningkat hingga Rp 10 ribu perkilo bobot hidup. Tak hanya itu, daging Sapi Bali lebih banyak dibandingkan dengan sapi lain.

“Harganya murah dibandingkan harga sapi lain. Sapi Bali lebih banyak dagingnya sekitar 65 persen dari bobot hidup. Sapi Limousin hanya 55 persen sisanya tulang. Harganya juga mahal antara Rp 35 juta sampai Rp 50 juta,” imbuh pria itu

Sementara untuk pengadaan Sapi Bali, dirinya harus berburu hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun kebanyakan stok Sapi Bali yang didapatnya berasal dari Kabupaten Jembrana dan Kintamani, Bali.

“Perbedaannya ada jika dari Bali lebih besar karena dirawat, sementara dari NTB dan NTT lebih kecil dilepasliarkan,” tambahnya.

Namun sayang, banyak penyelundupan Sapi Bali tanpa disertai berkas-berkas dan melalui karantina. Banyak sapi-sapi dari Bali yang dikirimkan dan dipalsukan dokumennya, sehingga tak terdeteksi oleh pihak keamanan.

“Harus lebih ketat pengawasannya. Jangan sampai sapi yang sakit dikirim ke Jawa atau daerah lain,” pungkasnya.

Sementara itu, Subani, pembeli Sapi Bali untuk Qurban mengaku memilih Sapi Bali karena murah. Selain itu, daging yang didapat untuk dibagikan saat Idul Adha nanti lebih banyak.

“Kita pilih kualitas. Kita beli banyak untuk dijual lagi di Surabaya,” ujar pria asal Monokerto ini.(har/mey).

Artikel ini telah dibaca 26 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA