Reporter : Hari Purnomo
Editor : Memey mega
Banyuwangi, (Kabarpas.com) – Kematian Tukijan (49), mengejutkan warga Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo. Pasalnya, lelaki ini nekad mengakhiri hidup melalui jalan gantung diri diatas pohon mangga milik tetangganya.
Banyak warga menyayangkan pilihan korban untuk memungkasi hidupnya. Menurut keterangan Kapolsek Wongsorejo, Iptu Kusmin, gantung diri dipilih korban diduga akibat tidak tahan menghadapi penyakit menahun yang dialaminya.
“Sesuai KTP, Tukijan tercatat sebagai warga Dusun Krajan, Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo. Beberapa bulan jelang kematiannya memilih tirah (mengungsi untuk berobat) dikediaman orangtuanya di Desa Alas Buluh,” terang Iptu Kusmin.
Kematian korban diketahui Marsito (60), tetangganya pada Kamis (24/8/2017) pagi. Kala itu saksi mata yang hendak salat Subuh melihat tubuh korban tergantung di pohon tak jauh dari kediamannya. Aparat kepolisian yang mendatangi TKP menduga gantung diri yang dilakukan korban telah berlangsung sejak tengah malam. Dugaan itu dikuatkan dengan ciri fisik korban saat ditemukan.
“Badannya sudah kaku, indikasinya sudah lama tergantung. Umpama baru tentu tubuhnya tidak begitu,” ujarnya.
Sejumlah ciri umum juga menegaskan jika Tukijan memang meninggal akibat gantung diri. Selain lidah yang menjulur, terdapat cairan sperma di pakaian yang dikenakan. Bekas jeretan tali yang menggantung bahkan terlihat jelas di leher korban. Itu sebabnya aparat langsung menyerahkan jasadnya kepada pihak keluarga untuk dikebumikan secara layak pasca dilakukan visum bersama petugas medis dari Puskesmas Wongsorejo.(har/mey).

















