Probolinggo (Kabarpas.com) – Sebuah kecelakaan maut kembali terjadi di wilayah Kabupaten Probolinggo. Kali ini melibatkan antara kendaraan bus kelas ekonomi jurusan Banyuwangi-Surabaya menabrak sepeda motor. Kecelakaan ini terjadi di simpang tiga Pajarakan. Akibatnya, dua orang yang terdiri dari bapak-anak meninggal dunia di lokasi kejadian.
Informasi yang dihimpun Kabarpas.com menyebutkan, saat itu bus Akas dengan Nopol N 7375 US itu, melaju dari arah Surabaya ke Banyuwangi dengan kecepatan tinggi. Nah, saat sampai di simpang tiga Pajarakan yang kala itu arus lalu-lintasnya masih padat, bus tersebut langsung mengambil jalur kanan.
Naas, dari jalur kanan terdapat sebuah mobil Panther bernopol AG 1720 RE, sehingga terjadi adu moncong sebelah kanan antara bus dan Panther. Tak hanya itu, di belakang Panther ternyata terdapat motor Vario yang dikendarai oleh korban bapak-anak yaitu Muhyi (38) dan Raka (8), warga Klaseman, Kecamatan Gending itu, juga tak luput dari hantaman bus yang mengangkut belasan orang tersebut.
Tak pelak korban Muhyi langsung terkapar di jalan raya itu hingga tewas. Sementara Raka sang anak, sempat terseret dengan motornya hingga 50 meter dari lokasi kejadian.
“Kepalanya pecah yang anaknya, saya tidak tega melihatnnya,” ujar Hamid, salah satu warga di lokasi kejadian, Kamis (14/07/2016).
Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah TKP. Bahkan, dua jenazah yang baru pulang mengantar putrinya ke salah satu Pondok pesantren itu, langsung di bawa ke kamar Mayat RSUD Waluyo Jati Kraskaan.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Bambang Soegiharto ketika di lokasi mengatakan bahwa dugaan sementara, kecelakaan ini karena bus tersebut melaju dalam kecepatan tinggi.
“Padahal simpang tiga ini (Pajarakan.red) kondisinya macet. Tapi, bus itu tetap berusaha mendahului kendaraan yang lain,” pungkasnya. (sam/gus).

















