Pasuruan (Kabarpas.com) – Syifa Nur Fadilah (2), dan bibinya Jazila (15), warga Desa Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan mengalami luka bakar cukup parah, dan harus menjalani perawatan di RSUD Bangil. Itu setelah keduanya usai terkena ledakan bom ikan atau bondet yang ditendangnya, lantaran dikira sebuah mainan.
Mutholib, paman korban menceritakan, awalnya bondet tersebut ditemukan oleh Sukhaemi (45), dan Sholeh (50), Kakek dan nenek korban pada Rabu, (30/12/2015) pagi tadi. Barang yang biasanya digunakan nelayan untuk membom ikan itu, ditemukan di bawah pohon Randu yang berada di pinggir jalan desa setempat.
“Karena bentuknya mirip seperti mainan. Sehingga bondet tersebut dibawa pulang dengan tujuan untuk diberikan kepada Syifa. Namun, sesampainya di rumah, ayah korban bernama Anwar sempat curiga, dan langsung membuang bondet itu ke arah belakang rumahnya,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Ia menambahkan, pada saat dilempar ternyata bondet tersebut tidak meledak. Sehingga karena sudah dianggap aman, bondet itu lalu dibawa ke depan rumah (teras.red).
Nah, selanjutnya bondet tersebut kemudian ditendang-tendang oleh Syifa layaknya mainan anak kecil. Syifa sendiri saat itu tengah bersama bibinya Jazila. “Waktu dibuat mainan Syifa, bondet tersebut langsung seketika meledak. Hingga mengenai Syifa dan bibinya,” imbuhnya.
Akibat ledakan bondet itu, balita putri pasangan Anwar dan Yayuk tersebut mengalami luka di bagian jari tangan kanan dan kakinya. Sementara, Jazila mengalami luka di tangan, wajah dan dada.
Sementara itu, Kapolsek Bangil Kompol Abdul Hadi mengatakan, bahwa bondet yang meledak tersebut, diduga merupakan milik pelaku kejahatan yang dibuang karena takut ada razia. “Dugaan sementara bondet itu milik pelaku kejahatan, yang sengaja dibuang seenaknya karena takut kena razia,” pungkasnya. (ajo/abu).

















