Reporter : Dimaz Zidan
Editor: Agus Hartanto
___________________________________
Probolinggo (Kabarpas.com) – Dalam rangka mengetahui capaian pelaksanaan program Gerakan Pakan Mandiri (Gerpari) yang dilakukan kelompok, Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Probolinggo melakukan evaluasi program Gerpari di RM New Rahayu di Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, kabupaten setempat.
Kegiatan yang dihadiri narasumber Kasi Produksi Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Probolinggo Asmiyati Kurnianingsih ini diikuti oleh kelompok pembudidaya pada 4 (empat) kecamatan meliputi Leces, Maron, Sumberasih dan Krejengan).
Kepala Diskan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi mengungkapkan bahwa produksi budidaya secara umum meningkat signifikan hingga mencapai 98% dalam kurun waktu 5 (lima) tahun (2011-2016). Dari 4.072,88 ton pada tahun 2011 menjadi 8.084,06 pada tahun 2016.
“Khusus produksi ikan lele meningkat hingga mencapai 312%. Perolehannya mencapai 157,42 ton pada tahun 2011 menjadi 658,23 ton pada tahun 2016,” katanya kepada Kabarpas.com biro Probolinggo.
Menurut Dedy, permasalahan budidaya lele sampai saat ini adalah tingginya harga pakan (biaya produksi tinggi), sehingga keuntungan menjadi kecil. Karena itu sejak tahun 2015 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI telah mengeluarkan kebijakan untuk menyediakan pakan murah dan berkualitas melalui program Gerpari. “Bahan pakan yang digunakan adalah bahan di sekitar yang aman dan berkualitas,” jelasnya.
Dedy menegaskan bahwa salah satu upaya untuk menunjang program Gerpari tersebut adalah dengan menyediakan sarana produksi pakan berupa mesin pellet, baik mesin vertikal maupun mesin horizontal yang telah dihibahkan pada kelompok.
“Oleh karena itu mesin pakan pellet yang telah dihibahkan pada kelompok diharapkan dapat mengatasi masalah pakan sehingga mampu memberikan keuntungan yang lebih besar. Setidaknya bisa turut serta menurunkan angka kemiskinan. Sebab program ini juga membuka peluang lapangan kerja bagi masyarakat,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Budidaya Diskan Kabupaten Probolinggo Hari Pur Sulistiono mengatakan evaluasi ini bertujuan mendata pemanfaatan mesin pellet dan memberikan pemahaman tentang pengaruh kualitas bahan terhadap kualitas pakan ikan.
“Serta memberikan pemahaman teknik penyusunan formula pakan dengan rumus,” katanya kepada Kabarpas.com.
Melalui evaluasi ini Ipung, demikian panggilan akrab Hari Pur Sulistiono mengharapkan agar bahan untuk Gerpari ini masih terus berkembang untuk meningkatkan kesejahteraan pembudidaya di Kabupaten Probolinggo dan masyarakat sekitarnya.
“Apalagi program ini berpotensi untuk menambah peluang tenaga kerja. Sebab kegiatan ini bukan murni pembuatan pakan saja, tetapi juga berimplementasi kepada sektor yang lain. Harapan akhirnya tentu pendapatan meningkat sehingga kesejahteraan meningkat pula,” ucapnya.
Sedangkan Kasi Sarana dan Prasarana Perikanan Diskan Kabupaten Probolinggo Yuwono Fetri Satya menyampaikan dari 13 kelompok pelaksana program Gerpari diperoleh data produksi pakan pellet mandiri pada tahun 2015 sebanyak 33.132 kg dan tahun 2016 sebanyak 89.244 kg. Sedangkan sampai dengan Juni 2017, produksinya mencapai 66.259 kg.
“Hingga saat ini perkembangan jumlah mesin pellet sebanyak 16 unit. Masing-masing kelompok Gerpari mendapatkan mesin pencetak pakan (pellet), mesin pengaduk (mixcer) dan mesin penghancur (dishmill),” ungkapnya. (zid/gus).

















