Pasuruan, Kabarpas.com – Mahasiswa peserta Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan diminta menjadi representasi kampus yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Pesan itu disampaikan Dosen Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, Sr Ahmad Shazrin bin Mohamed Azmi, saat memberikan motivasi pada Pelepasan Peserta PMM di Aula KH Achmad Djufri, Graha NU Pasuruan.
Dalam kesempatan tersebut, Dosen di Fakulti Alam Bina itu berharap kehadiran mahasiswa PMM dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat di lokasi pengabdian.
“Supaya masyarakat dapat merasakan adanya universitas,” ujarnya.
Menurut pakar Valuation and Investment Appraisal itu, mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga nama baik kampus. Karena itu, setiap peserta harus mampu menjaga sikap, perilaku, dan etika selama berada di tengah masyarakat.
“Semoga kita bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Kita hadir sebagai perwakilan kampus. Minimal kampus tidak menjadi bahan pembicaraan yang buruk di masyarakat,” pesannya.
Ia mengingatkan, mahasiswa perlu menunjukkan keteladanan melalui tindakan nyata. Menjadi contoh yang baik dinilai lebih bermakna daripada sekadar menyampaikan teori kepada masyarakat.
Selain itu, PMM juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar beradaptasi dengan lingkungan baru. Kemampuan membangun komunikasi dan menghormati budaya setempat menjadi bekal penting dalam menjalankan program pengabdian.
“Belajarlah beradaptasi dan berinteraksi dengan penuh hormat di tengah masyarakat,” katanya.
Penerima Anugerah Khidmat Cemerlang 2011 itu menilai, mahasiswa UNU Pasuruan telah dibekali berbagai nilai selama menempuh pendidikan, terutama nilai-nilai adab, akhlak, dan etika yang menjadi ciri khas pendidikan Nahdlatul Ulama.
“NU sudah mengajarkan berbagai adab ilmu dan nilai-nilai diri. Tunjukkan apa yang sudah dipelajari di sini kepada masyarakat,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan PMM, ia juga mengingatkan kemungkinan munculnya perbedaan pendapat maupun konflik. Namun, menurutnya, persoalan tersebut harus diselesaikan dengan kepala dingin melalui komunikasi yang baik.
“Konflik mungkin ada. Selesaikan dengan baik. Perlu berbincang dan perlu kecerdikan dalam menghadapi konflik,” jelasnya.
Menutup penyampaiannya, Ahmad Shazrin menyampaikan pesan dengan nada yang lebih santai. Ia mengingatkan bahwa pengalaman hidup bermasyarakat akan membentuk kedewasaan mahasiswa, terutama dari sisi akhlak.
Sambil disambut tawa para peserta, ia pun berkelakar bahwa bukan tidak mungkin mahasiswa juga akan dipertemukan dengan jodohnya selama menjalankan PMM.
“Kalau akhlaknya baik, boleh jadi bertemu jodoh di sana,” pungkasnya disambut tepuk tangan dan gelak tawa mahasiswa.
Program Mahasiswa Mengabdi (PMM) UNU Pasuruan merupakan agenda tahunan yang bertujuan memberikan pengalaman pengabdian kepada masyarakat sekaligus mengasah kemampuan mahasiswa dalam beradaptasi, berkomunikasi, dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. (rls/ian).

















