Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 20 Jul 2018

DPMD Probolinggo Berikan Bimtek Penguatan Kapasitas Pengurus LPP


DPMD Probolinggo Berikan Bimtek Penguatan Kapasitas Pengurus LPP Perbesar

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasyah

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Tahun ini, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo memberikan bimbingan teknis (bimtek) penguatan kapasitas bagi 330 pengurus Lembaga Pembina Posyandu (LPP) desa/kelurahan se-Kabupaten Probolinggo. Pelaksanaan bimtek dipusatkan di 6 (enam) lokasi yang diikuti oleh beberapa kecamatan terdekat.

Bimtek penguatan kapasitas bagi pengurus LPP ini dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Gending. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan pengurus LPP dari Kecamatan Dringu, Gending, Pajarakan dan Kraksaan. Selama kegiatan mereka mendapatkan beberapa materi dari beberapa narasumber. Diantaranya DPMD Kabupaten Probolinggo dan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo.

Kepala DPMD Kabupaten Probolinggo Heri Sulistyanto melalui Kasi Pemberdayaan Lembaga Kemasyarakatan Siti Kholifah mengungkapkan kegiatan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam rangka untuk menaikkan strata posyandu.

“Kegiatan ini sangat penting agar para pengurus LPP ini bisa selalu hadir dalam setiap kegiatan posyandu yang ada di daerahnya. Terlebih di setiap desa/kelurahan biasanya ada lebih dari satu posyandu. Dengan demikian para LPP ini mampu memberikan pemahaman kepada kader-kadernya,” ungkapnya.

Menurut Siti, pengurus LPP harus memahami administrasi LPP maupun administrasi posyandu. Termasuk juga menaikkan strata posyandu di daerahnya. Karena rata-rata keberadaan posyandu masih banyak yang stratanya madya. Minimal dengan adanya kegiatan ini strata posyandu bisa mencapai purnama.

“Disini para pengurus LPP ini kita kasih panduan bagaimana menaikkan strata posyandu mulai dari pembukuan di LPP maupun posyandu, sarana dan prasarana yang harus dimiliki serta prosesnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Siti menerangkan pada dasarnya ada 3 (tiga) kegiatan posyandu yang biasanya dijadikan dasar pengukuran tingkat perkembangan posyandu balita yang harus dilakukan. Diantaranya input (kelembagaan serta rencana kerja, sarana, prasarana, dana dan tenaga), proses dan outputnya.

“Untuk input berupa kelembagaan ditangani langsung oleh DPMD Kabupaten Probolinggo. Sementara untuk prosesnya dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Dari input dan proses inilah nantinya akan menghasilkan outputnya,” tegasnya.

Siti menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan kepada para pengurus LPP agar lebih memahami dan mengetahui keberadaan posyandu.

“Paling tidak nantinya dari segi sosial dan kesehatan bisa dilakukan di posyandu. Sehingga bisa mengajak masyarakat agar jangan sampai anak-anak ikut stunting dalam 1.000 HPK (Hari Pertama Kehidupan),” terangnya.

Melalui kegiatan ini Siti mengharapkan agar para pengurus LPP ini bisa mengawal posyandu dan menaikkan strata posyandu, paling minim kepada strata purnama. “LPP wajib memantau perkembangan posyandu di daerahnya. Sehingga kesehatan ibu dan anak bisa terjamin dengan baik,” pungkasnya. (mel/nis).

Artikel ini telah dibaca 33 kali

Baca Lainnya

Kemenkes Nilai Home Care Jember Bisa Jadi Model Layanan Kesehatan Nasional

24 Juli 2026 - 15:23

Tak Perlu ke Puskesmas, Home Care Jember Hadir di Rumah Warga Jadi Dokter Keluarga

24 Juli 2026 - 15:18

Hadiri Harlah ke-28 PKB, Presiden Prabowo Tegaskan Arah Baru Ekonomi Berpijak pada Amanat Konstitusi

24 Juli 2026 - 10:25

Kota Mojokerto Berkomitmen Dalam Mendukung Transformasi Digitalisasi

24 Juli 2026 - 10:17

Rp2,57 Triliun Investasi Masuk ke Jember: Tumbuh 70,2 Persen dan Ribuan Lapangan Kerja Tercipta

23 Juli 2026 - 14:59

Bantah Laporan APERSI, REI Jember Tegaskan Pemkab Sudah Bebaskan BPHTB dan PBG bagi MBR 

23 Juli 2026 - 06:12

Trending di KABAR NUSANTARA