Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 11 Apr 2018

Dua Ekor Satwa Burung Afrika Lahir di Taman Safari II Prigen


Dua Ekor Satwa Burung Afrika Lahir di Taman Safari II Prigen Perbesar

Reporter : Ajo

Editor : Agus Harianto

 

Pasuruan, Kabarpas.com – Keluarga satwa di Taman Safari Indonesia (TSI) II Prigen kembali   bertambah. Itu setelah dua ekor satwa burung Afrika lahir di TSI II Prigen tersebut. Ya, burung Crowned Crane atau Jenjang Mahkota Hitam Taman Safari Prigen ini menetas dengan cara dieramkan di inkubator khusus.

Public Relation Officer Taman Safari Prigen, Lely Widya Arishandi mengatakan, dua ekor crowned crane tersebut lahir pada 16 Februari 2018 lalu. Burung yang berasal dari Afrika Barat itu berjenis kelamin jantan dan betina.

“Dua ekor Crowned Crane ini bernama Tuareg dan Hamer. Keduanya berasal dari indukan Zaskia dan Diono, sehingga total Crowned Crane di Taman Safari Prigen saat ini sekitar sembilan ekor,” katanya kepada Kabarpas.com melalui siaran pers, Rabu (11/04/2018).

Ia mengatakan Crowned Crane merupakan satwa omnivora. Mereka mengkonsumsi segala macam makanan mulai dari biji-bijian, serangga, dan binatang kecil lainnya. Namun, untuk bayi Crowned Crane diberikan makanan khusus.

“Tuareg dan Hamer diberi makan sayuran seperti sawi, kecambah maupun wortel serta ditambah dengan ulat. Dalam sehari mereka makan hingga tujuh kali karena masih dalam masa pertumbuhan,” tuturnya.

Sementara itu, Dokter Hewan Taman Safari Prigen, drh. Nanang menyampaikan, Burung Crowned Crane memiliki bulu berwarna hitam, dengan warna putih jelas di bagian atas dan bawah sayap. Di atas kepala terdapat jambul atau bulu  kaku yang berwarna keemasan menyerupai sebuah mahkota.

“Di bagian pipi terdapat tonjolan berwarna  merah dan putih.  Memiliki panjang tubuh dari ekor sekitar 100-105 cm, dengan bentang sayap mencapai 200 cm dan berat 3-4 kg. Umumnya jantan memiliki tubuh yang relatif lebih besar dari pada betina, namun demikian sangat sulit untuk membedakan antara burung yang jantan dan betina,” paparnya.

Sesuai data dari International Union for Conservation of Nature and Natural Resources (IUCN), Burung Crowned Crane berstatus Vulnerable (Rentan). (ajo/gus).

Artikel ini telah dibaca 77 kali

Baca Lainnya

Pengurus PBSI Kota Pasuruan Resmi Dilantik, Mas Nawawi Ajak Perkuat Kolaborasi untuk Kemajuan Olahraga

13 Juni 2026 - 20:05

Tim URC Polres Pasuruan Kota Tangkap Empat Pelaku Pemerasan Bermodus Motor Bermasalah 

12 Juni 2026 - 21:05

Ismail Marzuki Lanjut Pimpin PKB Kota Pasuruan

11 Juni 2026 - 20:39

Jual Miras Ilegal via Online, Sepasang Kekasih Diciduk Polisi di Exit Tol Pasuruan

11 Juni 2026 - 17:00

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Wali Kota Pasuruan Ajak Tingkatkan Disiplin dan Kepedulian Lingkungan

9 Juni 2026 - 13:32

Bupati Rusdi Rotasi 80 Pejabat, Delapan Camat Baru Dilantik

8 Juni 2026 - 20:37

Trending di Berita Pasuruan