Reporter : Joko Santoso
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Sejumlah armada angkutan jenis truk besar terjebak ambles di tanah bekas galian pemasangan pipa Proyek SPAM Umbulan, tepatnya yang ada di Jalan Raya Warungdowo. Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.
Diduga amblesnya truk itu karena tidak ada pemberitahuan oleh pihak proyek. Padahal tanah bekas galian pemasangan pipa itu, kondisinya masih belum padat dan berlumur.
Pantauan Kabarpas.com di lokasi, tampak sebuah truk besar bernopol DR 8575 AC, yang disopiri Agus (46), warga Lombok tersebut, terjebak ambles karena kondisi jalan berlumpur. Sehingga sang supir pun mengira bahwa tanah bekas galian itu padat.
“Bagaimana ya mas, padahal tadi malam bilangnya Humas proyek mau membantu dengan alat berat, sampai sekarang belum datang mas dan saya sangat dirugikan yang seharusnya sudah nyampe di Bali,” kata Agus kepada Kabarpas.com, Sabtu (03/03/2018) siang.
Agus menceritakan, kejadian apes yang dialaminya itu sudah terjadi sejak Jumat (02/03/2018) malam, yaitu sekitar pukul 20.30 WIB. Tak ayal kondisi truk yang dikemudikannya itu ambles sempat diabadikan oleh warga yang melintas untuk kemudian diunggah ke media sosial (Sosmed).
Diduga pekerjaan penggalian tanah di bahu jalan itu tidak melaksanakan kordinasi dengan instansi terkait di bidang lalulintas dan angkutan jalan, baik sebelum atau sesudah proses pekerjaan lapangan.

Sementara itu, Abdi salah satu warga Warungdowo mengatakan, seharusnya di lokasi ada rambu – rambu buat pengguna jalan. Namun ironis, ternyata tidak ada sehingga mengakibatkan sejumlah kendaraan terjebak lumpur hingga ambles karena tidak ada peringatan maupun petugas yang jaga,
“Yaa seharusnya kan ada plakat atau penjaga buat peringatan agar hati – hati pada pengguna jalan yang melintas itu kok malah pembatas diambil, kalau seperti itu kan kasihan mas,” pungkasnya. (jok/tin).

















