Reporter : Eko Budi
Editor : Agus Hariyanto
Surabaya, Kabarpas.com – Senator Jawa Timur (Jatim) Evi Zainal Abidin meminta kepada pemerintah agar benar – benar Alat Pelindung Diri (APD) dan Rapid Test Kits mendapat fasilitas melebihi brompton untuk bisa masuk cepat ke Indonesia. Jumat, (20/3/2020).
Ungkapan itu disampaikan Evi Zainal Abidin, saat menyambangi para petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang tengah bertugas di terminal kedatangan Juanda T2, baik mereka yang bertugas di kedatangan domestik maupun yang bertugas di kedatangan internasional.
“Kalau Brompton bisa masuk ke Indonesia dengan fasilitas serba prioritas, maka saya menuntut Pemerintah dapat memberikan fasilitas lebih agar APD dan Rapid Test Kits bisa segera di datangkan ke Indonesia. Jangan sampai kalah fasilitas dengan Brompton yaa,” kelakar Evi sembari serius.
Dalam kesempatan yang sama, wanita yang akrab disapa Bunda Eza ini mengakui sangat menyayangkan ketika melihat para petugas yang siaga di garda terdepan justru tidak dilengkapi dengan APD yang memadai.
Terkhusus keluhnya, para petugas ini bekerja dalam tekanan kerja yang tidak mudah menyebabkan mereka rentan terserang fatique atau kelelahan, sehingga sangat mungkin imun tubuh mereka menjadi menurun.
“Padahal seperti yang kita ketahui, imun sistem yang kuat adalah penangkal paling ampuh untuk melawan serangan penularan covid-19 ini,” ungkap politisi asal Pasuruan yang pernah meraih penghargaan Politisi Perempuan Inspiratif Kabarpas Award 2019 tersebut.
Sebaliknya, Evi mengapresiasi kerja jajaran KKP ini yang demi tugasnya melindungi keselamatan penumpang dan mereka tetap semangat bertugas meski hanya dibekali APD ala kadarnya.
“Ini adalah tugas Pemerintah untuk memastikan keselamatan diri para petugasnya, jangan sampai nyawa mereka menjadi terancam hanya karena pemerintah tidak sigap dalam pemenuhan kebutuhan APD yang sesuai dengan standar WHO seperti penggunaan masker N95 dalam penanganan covid-19 ini,” . tegasnya.
“Saya memang melihat satu-dua petugas menggunakan masker N95, namun itu hanya mereka yang bertugas di kedatangan internasional saja,” tambahnya.
Menurutnya, hal itu tidak dibenarkan. Pasalnya, kata Bunda Eza semua petugas frontliners harus mendapat perlakuan yang sama sehingga keselamatan mereka semua dapat terjamin dengan baik di manapun mereka ditugaskan.
Selain itu, petugas di bandara Juanda juga menyambut baik keputusan Pemerintah untuk mengadopsi metode screening awal infeksi covid-19 dengan menggunakan rapid test.
“Bahkan mereka antusias dan meminta agar bandara mendapat prioritas saat Rapid test kits sudah bisa didatangkan ke Indonesia. Meski body thermal scanning sudah diberlakukan di pintu-pintu masuk bandara, namun dengan adanya Rapid test kits akan membantu para petugas untuk mempercepat proses identifikasi suspect covid-19,” pungkasnya. (eko/tin).

















