Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 20 Mar 2020

Evi Zainal Abidin Minta Pemerintah Maksimal Perhatikan Alat Proteksi untuk Petugas di Bandara Juanda


Evi Zainal Abidin Minta Pemerintah Maksimal Perhatikan Alat Proteksi untuk Petugas di Bandara Juanda Perbesar

Reporter : Eko Budi

Editor : Agus Hariyanto

 

Surabaya, Kabarpas.com – Senator Jawa Timur (Jatim) Evi Zainal Abidin meminta kepada pemerintah agar benar – benar Alat Pelindung Diri (APD) dan Rapid Test Kits mendapat fasilitas melebihi brompton untuk bisa masuk cepat ke Indonesia. Jumat, (20/3/2020).

Ungkapan itu disampaikan Evi Zainal Abidin, saat menyambangi para petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang tengah bertugas di terminal kedatangan Juanda T2, baik mereka yang bertugas di kedatangan domestik maupun yang bertugas di kedatangan internasional.

“Kalau Brompton bisa masuk ke Indonesia dengan fasilitas serba prioritas, maka saya menuntut Pemerintah dapat memberikan fasilitas lebih agar APD dan Rapid Test Kits bisa segera di datangkan ke Indonesia. Jangan sampai kalah fasilitas dengan Brompton yaa,” kelakar Evi sembari serius.

Dalam kesempatan yang sama, wanita yang akrab disapa Bunda Eza ini mengakui sangat menyayangkan ketika melihat para petugas yang siaga di garda terdepan justru tidak dilengkapi dengan APD yang memadai.

Terkhusus keluhnya, para petugas ini bekerja dalam tekanan kerja yang tidak mudah menyebabkan mereka rentan terserang fatique atau kelelahan, sehingga sangat mungkin imun tubuh mereka menjadi menurun.

“Padahal seperti yang kita ketahui, imun sistem yang kuat adalah penangkal paling ampuh untuk melawan serangan penularan covid-19 ini,” ungkap politisi asal Pasuruan yang pernah meraih penghargaan Politisi Perempuan Inspiratif Kabarpas Award 2019 tersebut.

Sebaliknya, Evi mengapresiasi kerja jajaran KKP ini yang demi tugasnya melindungi keselamatan penumpang dan mereka tetap semangat bertugas meski hanya dibekali APD ala kadarnya.

“Ini adalah tugas Pemerintah untuk memastikan keselamatan diri para petugasnya, jangan sampai nyawa mereka menjadi terancam hanya karena pemerintah tidak sigap dalam pemenuhan kebutuhan APD yang sesuai dengan standar WHO seperti penggunaan masker N95 dalam penanganan covid-19 ini,” . tegasnya.

“Saya memang melihat satu-dua petugas menggunakan masker N95, namun itu hanya mereka yang bertugas di kedatangan internasional saja,” tambahnya.

Menurutnya, hal itu tidak dibenarkan. Pasalnya, kata Bunda Eza semua petugas frontliners harus mendapat perlakuan yang sama sehingga keselamatan mereka semua dapat terjamin dengan baik di manapun mereka ditugaskan.

Selain itu, petugas di bandara Juanda juga menyambut baik keputusan Pemerintah untuk mengadopsi metode screening awal infeksi covid-19 dengan menggunakan rapid test.

“Bahkan mereka antusias dan meminta agar bandara mendapat prioritas saat Rapid test kits sudah bisa didatangkan ke Indonesia. Meski body thermal scanning sudah diberlakukan di pintu-pintu masuk bandara, namun dengan adanya Rapid test kits akan membantu para petugas untuk mempercepat proses identifikasi suspect covid-19,” pungkasnya. (eko/tin).

Artikel ini telah dibaca 121 kali

Baca Lainnya

Menag Resmi Buka KKN Nusantara VI 2026: Mahasiswa dari 42 PTK Se-Indonesia Bawa Semangat Ekoteologi di Tanah Baduy

15 Juli 2026 - 22:36

Liga Remaja Trenggalek 2026 Digelar, Askab Siap Jaring Talenta Muda Berbakat

14 Juli 2026 - 13:18

Setelah Bertahun-tahun Kekurangan Air, Petani Jenggawah Kini Sambut Pembangunan Irigasi 

14 Juli 2026 - 05:34

Ketika Nakes Datang ke Rumah, Tiami Tak Lagi Harus Memikirkan Perjalanan yang Mustahil

14 Juli 2026 - 05:31

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

14 Juli 2026 - 05:15

Duduk di Kursi Roda Sejak Bayi, Devi Rasakan Arti Kehadiran Layanan Kesehatan yang Datang ke Rumah

13 Juli 2026 - 16:59

Trending di KABAR NUSANTARA