Jember, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten Jember mengubah pendekatan dalam penyelenggaraan berbagai agenda daerah. Alih-alih memperbanyak kegiatan seremonial, Pemkab mengklaim hanya akan mempertahankan event yang dinilai memberi dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi masyarakat.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait dalam agenda Pro Gus’e Update di SMP Negeri 1 Jember, Jumat (17/7/2026).
Menurut Fawait, sejumlah agenda yang sebelumnya digelar pemerintah telah dievaluasi. Event yang tidak memberikan dampak ekonomi secara signifikan diputuskan untuk tidak lagi dilanjutkan.
“Terkait masalah event, saya menghapus event-event yang secara kajian akademik dan perhitungan tidak berdampak terhadap pergerakan ekonomi secara signifikan,” tandasnya.
Fawait menjelaskan, penyelenggaraan event pada 2026 dan tahun-tahun berikutnya akan didasarkan pada hasil kajian yang mengukur manfaat ekonomi, termasuk melalui analisis input-output. Dengan pendekatan tersebut, pemerintah ingin memastikan setiap anggaran yang dikeluarkan memberikan efek berganda bagi masyarakat.
“Event-event yang kita laksanakan kembali adalah event yang secara hitungan dan kajian akan berdampak terhadap pergerakan ekonomi, khususnya sektor ekonomi informal,” ujarnya.
Menurut Fawait, manfaat yang ingin dicapai bukan hanya meningkatnya jumlah pengunjung, tetapi juga bertambahnya pendapatan pelaku UMKM, pedagang kaki lima, jasa transportasi, perhotelan, hingga sektor usaha lain yang bergantung pada aktivitas wisata dan keramaian.
Karena itu, Pemkab Jember tetap mempertahankan sejumlah agenda yang dinilai memiliki daya tarik besar, seperti Jember Fashion Carnaval (JFC), International Jember Marching Carnaval (IJMC), dan berbagai kegiatan lain yang diproyeksikan mampu menarik wisatawan ke Jember.
Selain mengembangkan wisata berbasis event, Fawait mengatakan pemerintah juga memperluas konsep pengembangan pariwisata ke sektor lain, yakni kesehatan, pendidikan, dan wisata alam.
Di sektor kesehatan, Pemkab mempercepat peningkatan layanan di rumah sakit daerah, terutama RSD dr. Soebandi yang diproyeksikan menjadi rumah sakit rujukan bagi tujuh kabupaten/kota di Jawa Timur.
“Jadi bukan hanya wisata kota melalui event, tetapi kita juga mengembangkan wisata kesehatan,” katanya.
Pemkab juga mendorong pengembangan Wisata Pendidikan dengan memperkuat kerja sama bersama perguruan tinggi agar semakin banyak mahasiswa, baik dari Jember maupun luar daerah, menempuh pendidikan di Kabupaten Jember.
Sementara di sektor wisata alam, pemerintah berencana melakukan pembenahan destinasi sekaligus menyiapkan strategi promosi baru.
Fawait menyebut Jember memiliki potensi wisata yang beragam, mulai dari kawasan pantai di wilayah selatan hingga pegunungan di bagian utara. Menurutnya, promosi terhadap destinasi tersebut akan diperkuat melalui berbagai kegiatan setelah Agustus 2026.
“Mudah-mudahan setelah Agustus akan ada event-event dan kegiatan yang orientasinya mempromosikan objek wisata alam, baik yang di selatan maupun di utara,” pungkasnya. (dan/ian).

















