Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Berita Pasuruan · 18 Jul 2026

Panen Raya Tebu Serentak Nasional di Pasuruan Targetkan Swasembada Gula


Panen Raya Tebu Serentak Nasional di Pasuruan Targetkan Swasembada Gula Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Sektor pertanian tebu di Kabupaten Pasuruan mencatatkan capaian positif dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Panen Raya Tebu Serentak Nasional yang digelar di 43 titik di seluruh Indonesia, termasuk di Desa Rejoso Kidul, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan.

​Kegiatan di Pasuruan yang merupakan hasil kolaborasi dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU) ini menjadi bagian dari agenda nasional yang dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dari pusat kegiatan di Kabupaten Malang.

​Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Kabupaten Pasuruan, Cholid Mawardi, mengungkapkan kepuasan atas hasil panen tahun ini. Menurutnya, kualitas tebu di wilayah Pasuruan saat ini berada dalam kondisi prima dengan angka rendemen rata-rata mencapai 7.

​”Alhamdulillah, kondisi tebu bagus sekarang. Mudah-mudahan sampai akhir masa giling prosesnya betul-betul sesuai dengan harapan,” ujar Cholid.

​Cholid merinci bahwa proses penggilingan tebu direncanakan akan berlangsung selama 130 hingga 150 hari ke depan. Pabrik gula di wilayah tersebut ditargetkan mampu memproduksi kurang lebih 200 ton gula setiap harinya.

​Secara ekonomi, operasional ini memberikan dampak signifikan bagi daerah. Perputaran uang di Kabupaten Pasuruan selama masa giling diperkirakan mencapai lebih dari Rp 3 miliar per hari.

​Terkait kesejahteraan petani, saat ini terdapat sekitar 150 hingga 200 orang yang mengelola lahan tebu seluas 2,4 juta hektar. Ke depan, pihak pengelola berharap adanya dukungan perluasan lahan hingga mencapai 3 juta hektar guna meningkatkan volume produksi secara nasional.

​Lebih lanjut, Cholid menekankan pentingnya peran negara dalam menjaga kestabilan pasar gula domestik melalui kebijakan pembatasan impor. Ia menyatakan optimisme tinggi bahwa Indonesia mampu mewujudkan swasembada gula dalam kurun waktu satu tahun ke depan, selama kualitas dan kuantitas produksi dalam negeri terus dijaga. (emn/ian).

Artikel ini telah dibaca 17 kali

Baca Lainnya

Pedagang Pasar Tanjung Jember Terbelah, Gus Fawait Satukan Mereka di Pendopo

22 September 2026 - 16:34

Caping Gunung Road to Prigen Coffee Fest 2026: Momentum Penguat Ekosistem Kopi Pasuruan Menuju Ajang Utama

22 September 2026 - 08:58

Rekor Pendaftar Terbanyak: 3.420 Abstrak Bersaing Ketat di AICIS+ 2026, 384 Naskah Lolos Seleksi

22 September 2026 - 08:49

Guru MI di Jember Diduga Nikahi Wali Murid Secara Siri, Prosesi Pernikahan Dipersoalkan

22 September 2026 - 08:45

Pesan Perempuan via Aplikasi, Mahasiswa Jember Malah Bertemu Pria di Hotel

21 September 2026 - 15:41

Datangi Polres Jember, Kuasa Hukum Yusuf Tagih Tindak Lanjut Rekomendasi Polda Jatim soal Laporan Dugaan Pemalsuan 

21 September 2026 - 15:37

Trending di KABAR NUSANTARA