Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 15 Feb 2026

Fokus di Lapangan, Bupati Jember Tangani Banjir Tanpa Gimik


Fokus di Lapangan, Bupati Jember Tangani Banjir Tanpa Gimik Perbesar

Minggu, 15 Februari 2026 – 09.25 | 801 kali dilihat

 

Jember, Kabarpas.com – Di tengah situasi pascabanjir yang masih menyisakan kerusakan di berbagai wilayah, Bupati Jember Muhammad Fawait memilih bergerak cepat tanpa banyak sorotan. Fokus diarahkan pada kerja lapangan dan koordinasi lintas pemerintahan guna mempercepat pemulihan, terutama pada infrastruktur vital yang terdampak.

Langkah tersebut membuahkan hasil. Tim teknis dari Dinas PU Bina Marga Jawa Timur dan BPBD Jawa Timur dijadwalkan turun langsung ke Jember pada Minggu (15/2/2026) pagi untuk meninjau kerusakan jembatan dan ruas jalan provinsi. Peninjauan dipusatkan di sejumlah titik krusial, termasuk jalur Gumukmas, Kencong, hingga Jombang yang selama ini mengalami kerusakan dan sempat dikeluhkan warga.

Turunnya tim provinsi merupakan tindak lanjut komunikasi langsung antara Bupati Fawait dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Koordinasi tersebut dilakukan secara intens namun tanpa publikasi berlebihan, dengan tujuan memastikan bantuan teknis segera hadir di lapangan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember Regar Jeane Dealen Nangka menyampaikan bahwa sejak awal bencana, bupati menekankan percepatan kerja nyata dibandingkan pencitraan. Seluruh perangkat daerah, mulai dari BPBD, Dinas Sosial, camat hingga relawan, diminta bergerak serentak agar penanganan benar-benar dirasakan masyarakat.

Menurutnya, penetapan status tanggap darurat juga menjadi bagian dari strategi agar seluruh sumber daya dapat dimobilisasi lebih cepat dan terkoordinasi. Pemerintah daerah ingin memastikan pemulihan berjalan tanpa hambatan birokrasi.

Di sisi lain, pendekatan yang dilakukan kepala daerah juga mempertimbangkan kondisi psikologis warga. Pemerintah memilih meredam “kebisingan” informasi dan menitikberatkan pada penyelesaian masalah secara langsung di lapangan agar masyarakat merasa aman dan tidak terbebani situasi.

Kerja cepat yang dilakukan secara senyap ini diharapkan mampu mempercepat perbaikan infrastruktur sekaligus memulihkan aktivitas warga di wilayah terdampak banjir, tanpa menambah kegelisahan publik di tengah masa pemulihan. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 33 kali

Baca Lainnya

Penggiat Pertanian Organik Banyuanyar Dilatih Perbaiki Tanah Ramah Lingkungan

7 Mei 2026 - 13:18

DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Matangkan Sekber Sekolah Ramah Anak

7 Mei 2026 - 13:14

Jember Masuk Peta Penerbangan Nasional, Terkoneksi 15+ Kota Lewat Wings Air

6 Mei 2026 - 21:21

Resmi Diumumkan! Pemenang Program THR Honda Total 1 Miliar

6 Mei 2026 - 20:56

Kiai Tajul Mafakhir: Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 Digelar Awal Agustus 2026

6 Mei 2026 - 20:23

Kandang Ayam 100 Ribu Ekor di Mumbulsari Meresahkan, Dinas Sebut Izin Tak Terdaftar

6 Mei 2026 - 18:32

Trending di KABAR NUSANTARA