Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 13 Jul 2017

Gara-gara Phobia Bom, Pria Ini Justru Berurusan dengan Polisi


Gara-gara Phobia Bom, Pria Ini Justru Berurusan dengan Polisi Perbesar

Reporter: Hari Purnomo

Editor: Memey Mega

___________________________________

Banyuwangi (Kabarpas.com) – Adanya aksi teror bom yang belakangan ini terjadi di sejumlah daerah di Tanah Air. Ternyata juga membuat beberapa orang menjadi ketakutan yang berlebihan atau phobia. Hal itulah seperti yang dialami oleh Mohamad Riski Fauzan, yang beralamat di Perum Staf Pengajar Polman Rt.05/9 Kota Bandung.

Akibat, phobia bom ia pun terpaksa harus berurusan dengan polisi Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi. Pasalnya, ia usai melaporkan Lukman Hakim yang berprofesi sebagai seorang penjahit ke polisi atas tuduhan membawa bom.

“Sebelumnya, saudara Rizki ini telah melaporkan Lukman Hakim (41), warga Dusun Cangakan Rt5/5 Desa Genteng Wetan. Ia curiga bahwa di dalam tas Lukman ada bahan-bahan peledak,” ujar Kapolsek Tanjung Wangi, AKP Sudarmaji kepada Kabarpas.com biro Banyuwangi, Kamis (13/07/2017).

Disebutkan, Lukman ditangkap pihaknya di pelabuhan penyeberangan LCM Ketapang berdasarkan laporan dari Mohamad Riski yang ternyata mengalami depresi.

“Keduanya bertemu di mushollah. Dan saat itu Lukman tiga kali menanyakan waktu salat Magrib. Namun, Riski berasumsi pertanyaan itu adalah waktu untuk meledakkan bom. Sehingga Riski melaporkan ke kami,” terangnya.

Selanjutnya, kedua pria baik pelapor maupun terlapor ini diamankan di Mapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjung Wangi dan polisi langsung menyita sejumlah barang bukti dari terlapor dan pelapor, di antaranya yaitu berupa pisau lipat dan doble stik (ruyung) serta sejumlah pakaian yang berada di dalam tas.

“Setelah diperiksa dan berhasil menghubungi pihak keluarga dan menjelaskan bahwa Mohamad Riski mengalami depresi, saat diperiksa, Riski mengatakan dan mengakui bahwa dirinya terakhir mengkonsumsi tembakau sintetis pada awal bulan puasa. Sedangkan Lukman Hakim yang dicurigai membawa bom hanyalah seorang penjahit,” tandas Sudarmaji. (har/mey).

 

 

Artikel ini telah dibaca 34 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA