Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 6 Sep 2020

GMNI Surabaya Ingatkan Orentasi Politik Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia Bisa Timbulkan Perpecahan 


GMNI Surabaya Ingatkan Orentasi Politik Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia Bisa Timbulkan Perpecahan  Perbesar

Reporter : Kholid Andika

Editor : Kholid Andika

 

Surabaya, Kabarpas.com – Deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa tanggal 18 Agustus 2020 lalu mendapat tanggapan tersendiri oleh aktivis GMNI Surabaya.

Ketua DPC GMNI Surabaya, Ravi Hafids Maheswara berpendapat bahwa di dalam negara demokrasi memang orang punya hak membuat sebuah perkumpulan seperti halnya KAMI. Namun Ravi meminta keberadaan KAMI sebaiknya diorentasikan pada kinerja nyata, bagaimana memperbaiki kondisi bangsa, dan bukan pada keinginan politik berkuasa.

Ravi menjelaskan hampir semua negara di belahan dunia ini sedang bahu membahu menangani persoalan dan dampak pandemi Covid 19, termasuk di Indonesia. Dan langkah pemerintah tersebut mestinya mendapat dukungan dan sinergi semua pihak agar persoalan dan dampak adanya wabah Covid – 19 ini dapat segera teratasi.

“Persoalan dan dampak pandemi ini sangat serius dalam berbagai aspek, butuh gandeng tangan semua elemen bangsa, jangan sebaliknya dieksploitasi pihak tertentu untuk kepentingan pragmatis semata,” kata Ravi kepada Kabarpas.com, Minggu (6/9/2020).

Saat dimintai pendangannya terkait para tokoh yang menginisiasi dan deklarator KAMI di pusat dan juga yang ada di Surabaya, Ravi mengungkapkan bahwa semua orang pada umumnya bisa membaca sekaligus menganalisa para tokoh tersebut. Sebagian dari mereka adalah tokoh oposisi dan sebagian yang lain secara riwayat politik di tahun 2019 sudah tidak asing. Sehingga Ravi berharap jangan juga keberadaan KAMI justru menjadi pemicu keretakan antar masyarakat karena pandangan dan persoalan politik yang terlalu dini.

“Terkait dengan keberadaan KAMI sikap DPC Surabaya pada intinya sama dengan apa yang sudah di sampaikan oleh DPP GMNI bahwa sebagai bentuk oposisi partikelir, tentu kita berharap itu gerakan menyelamatkan Indonesia, menyelamatkan rakyat. Bukan gerakan politik kekuasaan,” tegas Ravi.

Seperti diketahui deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) telah dilaksanakan di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa tanggal 18 Agustus 2020 lalu dan secara serentak juga dilakukan di beberapa daerah di Indonesia termasuk di Surabaya.

Deklarasi KAMI dilaksanakan di tengah suasana pandemi Covid-19. Hadir pada deklarasi tersebut yang juga merupakan tokoh di antaranya Rocky Gerung, Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Rochmad Wahab, MS Kaban. Kemudian Said Didu, Refly Harun, Ichsanuddin Noorsy, Lieus Sungkharisma, dan Jumhur Hidayat.

Terdapat 8 poin yang mereka tuntut menyangkut situasi politik, ekonomi, sosial budaya, hukum dan HAM serta permasalahan Sumber Daya Alam. (***/lid).

Artikel ini telah dibaca 46 kali

Baca Lainnya

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Karnaval SCTV di Jember Dipadati Puluhan Ribu Warga, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dari Event Hiburan

18 Mei 2026 - 08:27

Ning Ita dan Wawalikota Resmi Membuka POPKOT 1 Tahun 2026, Menjaring Atlit Berbakat dan Berprestasi

17 Mei 2026 - 19:13

Walk For Peace 2026, Biksu Thudong dari Empat Negara Singgah di Kota Mojokerto

17 Mei 2026 - 12:35

Tembus Beasiswa Petra Future Leaders 2026, Inilah Sosok Christopher Kevin Yuwono

16 Mei 2026 - 12:52

PPPK Jember Sebut Perhatian Pemkab terhadap Guru Lebih Baik dari Daerah Lain 

15 Mei 2026 - 19:33

Trending di KABAR NUSANTARA