Probolinggo, Kabarpas.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Probolinggo terus melakukan pemantapan dari segala sektor, salah satunya adalah eksistensi Gerakan Pemuda Kabah (GPK).
Hal tersebut dikemukakan oleh ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo, Salim Qurays dalam acara Musyawarah Cabang (Muscab) DPC GPK Kabupaten Probolinggo di Hotel Tampiarto, Jalan Suroyo Kota Probolinggo. Sabtu, (28/11/2020).
Muhammad Amin Haddar yang terpilih dalam Muscab DPC GPK Kabupaten Probolinggo periode kepengurusan 2020-2025 diharapkan mampu mendongkrak suara lebih signifikan di pemilu dan pilkada mendatang dan mengisi pembangunan di segala sektor.
Menurut Salim, pemuda Kabah merupakan salah satu underbow (organisasi sayap.red) partai politik. Mereka merupakan banom yang didirikan parti PPP untuk bisa membesar perolehan suara partai dalam setiap kontestasi politik digelar.
“Kami harapkan GPK baru ini mampu membesarkan partai dan bisa menjadi partai pemenang dalam pemilu 2024 nantinya, dan kursi di legislatif bisa bertambah,” katanya kepada Kabarpas.com.
Memang beberapa tahun lalu GPK sempat mengalami kevakuman karena adanya dualisme kepemimpinan. Namun saat ini konflik itu sudah selesai dan GPK kembali merapatkan barisan untuk bisa mendongkrak suara dan kebesaran partai PPP.
“GPK akan melakukan kegiatan yang bisa menyentuh kalangan pemuda milenial. Sehingga mereka masuk dalam barisan PPP,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPC GPK PPP Kabupaten Probolinggo Muhammad Amin Haddar, menjelaskan secepatnya GPK akan membentuk kepengurusan di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa, dan selanjutnya akan menggalang suara pemuda.
Pihaknya akan fokus menjalankan program dan kegiatan yang berkaitan dengan kepemudaan.
“Kita juga akan aktif dalam menggunakan media sosial sebagai salah satu teknik di tengah kecanggihan ekonomi,” ucapnya.
Langkah tersebut disambut baik oleh Ketua DPW GPK Jawa Timur Muhammad Khozin.
Ia menambahkan, GPK merupakan salah satu trigger dalam upaya membesarkan suara PPP. Banyak kegiatan yang dilakukan GPK salah satunya adalah kegiatan kepemudaan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui kegiatan kewirausahaan.
“Kita lebih fokus pada kegiatan ekonomi dengan memberdayakan kader GPK yang ada di daerah daerah,” tutupnya. (wil/gus).















