Jember, Kabarpas.com – Bupati Jember Muhammad Fawait meminta pasien yang menjalani perawatan di rumah sakit tidak terburu-buru pulang sebelum kondisi kesehatannya membaik. Dia memastikan biaya pengobatan dan perawatan pasien ditanggung pemerintah melalui program Universal Health Coverage (UHC).
Pesan itu disampaikan Fawait saat mengunjungi Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi, Sabtu (17/10/2026). Dalam kunjungan tersebut, dia menyapa pasien dan keluarga mereka di sejumlah ruang perawatan, sekaligus meninjau pelaksanaan bakti sosial operasi bibir sumbing dan kelainan bawaan lainnya dalam program Jember Cinta Kesehatan.
“Jangan pulang sebelum sehat, jangan mikir biaya, semua ditanggung pemerintah,” ucapnya kepada pasien dan keluarga.
Fawait menyatakan, pemerintah daerah berupaya memastikan masyarakat, terutama kelompok kurang mampu, memperoleh pelayanan kesehatan tanpa terkendala biaya. Program UHC menjadi salah satu instrumen untuk memperluas akses tersebut.
Namun, Fawait menilai pelayanan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan jaminan pembiayaan. Pemerintah Kabupaten Jember juga mengembangkan sejumlah program pendukung, mulai dari Home Care hingga Mobil Cinta.
Melalui Home Care, tenaga kesehatan mendatangi warga yang membutuhkan pelayanan medis, terutama masyarakat miskin, lansia, penyandang disabilitas, serta pasien dengan keterbatasan mobilitas. Sementara itu, Mobil Cinta disiapkan untuk membantu pasien kurang mampu yang membutuhkan transportasi pulang setelah menjalani perawatan di rumah sakit.
Fawait mengatakan, program-program tersebut dirancang untuk menjawab persoalan yang kerap dihadapi masyarakat ketika mengakses layanan kesehatan. Selain biaya pengobatan, pasien dan keluarga terkadang harus memikirkan ongkos perjalanan maupun keterbatasan akses ke fasilitas kesehatan.
Dia juga meminta jajaran pengelola rumah sakit dan puskesmas meningkatkan kualitas pelayanan. Menurut Fawait, perbaikan layanan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan dan kenyamanan lingkungan kerja.
“Kesejahteraan dokternya dipikirkan, kesejahteraan nakesnya dipikirkan, kenyamanan bekerjanya juga dipikirkan,” ujarnya.
Fawait berharap peningkatan kualitas pelayanan dapat membuat masyarakat memperoleh pengalaman berobat yang lebih baik. Dia juga menekankan pentingnya pembenahan layanan dasar, terutama kesehatan, pendidikan, dan administrasi kependudukan.
Di sektor kesehatan, Pemkab Jember berencana melanjutkan pembangunan fasilitas rumah sakit. Fawait menyebut pembangunan empat gedung tengah menjadi bagian dari upaya peningkatan infrastruktur layanan kesehatan. Dia juga berharap pengembangan fasilitas dapat berlanjut pada tahun berikutnya, termasuk pembenahan instalasi gawat darurat (IGD).
Menurut dia, perluasan akses kesehatan harus diikuti dengan perbaikan mutu pelayanan agar masyarakat tidak hanya mendapatkan pengobatan, tetapi juga layanan yang layak dan manusiawi. (dan/ian).

















