Reporter : M Rifki
Editor : Diaz Octa
Pasuruan, Kabarpas.com – Pengurus Cabang Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (PC LPPNU) Bangil menggelar panen raya di Desa Gununggangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Jatim yang mendorong adanya ekspor bahan pangan dari olahan jagung.
Panen jagung santri bersama gubernur yang dilaksanakan di perkebunan jagung milik salah satu petani di Desa Gununggansir, berlangsung lancar. Jagung yang dipanen adalah jagung jenis Bisi 18 dan Bisi 19.
Kegiatan tersebut selain dihadiri langsung oleh Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur, juga dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, beserta Forkopimda Kabupaten Pasuruan.
Dalam sambutannya Khofifah Indar Parawansa menjelaskan tentang perdagangan ekspor. Khususnya mengekspor bahan pangan dari olahan jagung, yang menjadi salah satu target pemerintah.
“Pasalnya, nilai jual jagung juga akan bertambah, jika jagung dijual dalam bentuk olahan,” ujar Gubernur Khofifah.
Selain itu, tambah Khofifah, hasil produksi jagung di Jawa Timur yang cukup bagus, sangat dibutuhkan untuk pakan ternak.
“Dengan adanya panen raya ini, juga dapat diperkenalkan kepada anak-anak agar menarik minat mereka terhadap sayur-sayuran. Mengenalkan bahwa di sekitar lingkungan mereka ada penghasil sayur dan buah,” imbuh Khofifah, menjelaskan adanya pola hidup sehat untuk anak-anak dengan cara mengkonsumsi sayur dan buah.
Sementara Hadi Sulistyo, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur, menjelaskan bahwa persentase jagung yang dibutuhkan sebagai pakan ternak mencapai 95%.
“Dari hasil panen di Jawa Timur dapat mengekspor benih jagung sebanyak 60 ton ke Thailand,” pungkasnya. (Ki/Diz).

















