Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 20 Jan 2020

Haerul, Sang Perakit Pesawat dari Pinrang ke Istana


Haerul, Sang Perakit Pesawat dari Pinrang ke Istana Perbesar

Reporter : Alip Nuryanto

Editor : Agus Hariyanto

 

Jakarta, Kabarpas.com – Haerul tampak tegang saat berkunjung ke Bina Graha Jakarta di Komplek Istana, Senin (20/1/2020). Siang itu sang montir yang secara mandiri merakit pesawat terbang ringan (ultra light) asal Pinrang, Sulawesi Selatan bertemu Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko.

Haerul hadir ditemani Lurah dari tempat asalnya, tiga akademisi Unhas Dr. Bastian Jabir, Dr. Rustan Tarraka, Dr. Muhammad Syahid serta Kepala Dinas Penerangan AU, Marsma TNI Fajar Adriyanto.

Moeldoko mengundang Haerul setelah mendapat laporan tentang pesawat ringan yang dirakit sendiri dari bengkel motor. Dia ingin mengetahui proses perakitan tersebut langsung dari Haerul. Dalam penjelasannya, Haerul mengaku belajar merakit hanya dengan melihat video lewat Youtube.

“Pak Haerul membuktikan pada kita bahwa banyak talenta di negeri ini yang berani dan kreatif,” kata Moeldoko.

Eksperimen perakitan pesawat sudah beberapa kali dilakukan Haerul. Pada 2002 lalu, dia sempat merakit pesawat helikopter namun gagal terbang. Namun kegagalan itu tak membuat pria kelahiran 31 Desember 1985 ini patah arang. Pada 15 Januari 2020 lalu, kerja kerasnya membuahkan hasil. Pesawat yang dirakitnya sejak tengah Oktober 2019 berhasil terbang setelah lima kali gagal tes uji coba.

Moeldoko menyatakan kekagumannya atas keberanian dan semangat pantang menyerah yang dimiliki pria yang sehari-hari bekerja sebagai montir mobil dan motor itu.

“Saya apresiasi Pak Haerul berani melakukan sesuatu. Kedua, semangat pantang menyerah yang bisa memberikan semangat kepada anak muda,” ujarnya.

Moeldoko menilai inovasi yang dimiliki Haerul layak dikembangkan di Indonesia.

“Sebagai negara kepulauan, kita butuh pesawat ringan yang bisa efektif menjadi alat transportasi di negara kita,” tegasnya.

Semangat inovasi baru yang dimiliki Haerul menurut Moeldoko selaras dengan apa yang digagas KSP dalam program Manajemen Talenta Nasional (MTN).

“Hal-hal semacam ini perlu dikumpulkan. Mencari anak anak Indonesia yang punya bakat unggulan agar mereka bisa memperjuangkan impiannya,”tegasnya.

Moeldoko juga meminta para akademisi yang ikut dalam pertemuan tersebut terus mengawal apa yang dilakukan oleh Haerul. Muhammad Syahid, pengajar Teknik Mesin Unhas menyebutkan, saat ini Pemda Sulsel berjanji memberikan mesin berkapasitas 1000 cc untuk pengembangan pesawat ringan tersebut.

Kepada Moeldoko, Haerul mengaku sudah cukup senang bisa diakui karyanya dan diterima di Komplek Istana.

“Saya membuat sendiri pesawat ini, karena saya belum pernah naik pesawat,” kata Haerul dengan polosnya. (lip/gus).

Artikel ini telah dibaca 46 kali

Baca Lainnya

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Karnaval SCTV di Jember Dipadati Puluhan Ribu Warga, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dari Event Hiburan

18 Mei 2026 - 08:27

Ning Ita dan Wawalikota Resmi Membuka POPKOT 1 Tahun 2026, Menjaring Atlit Berbakat dan Berprestasi

17 Mei 2026 - 19:13

Walk For Peace 2026, Biksu Thudong dari Empat Negara Singgah di Kota Mojokerto

17 Mei 2026 - 12:35

Tembus Beasiswa Petra Future Leaders 2026, Inilah Sosok Christopher Kevin Yuwono

16 Mei 2026 - 12:52

Trending di KABAR NUSANTARA